alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gangguan Jiwa, Warga Boyolali Ini Bawa Jenazah Ibunya Pakai motor

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 30 Oktober 2020 | 08:36 WIB

Gangguan Jiwa, Warga Boyolali Ini Bawa Jenazah Ibunya Pakai motor
Tangkapan layar video pengendara motor membawa jenazah di beronjong sepeda motor di Simo, Boyolali, Kamis (29/10/2020). (Solopos/Istimewa)

Warga boyolali itu berniat untuk memkamkan jenazah ibunya sendiri, namun akhirnya ditolong oleh warga

SuaraJawaTengah.id - Viral di media sosial, seorang warga membawa jenazah menggunakan sepeda motor. Jenazah yang dibungkus dengan kain jarik ternyata ibu kandung dari sang pengendara. 

Ia adalah Sutejo, 50, warga asal Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, yang terekam kamera mengendarai motor dengan beronjong yang memuat jenazah, Kamis (29/10/2020) pagi.

Diketahui jenazah adalah ibu kandungnya, Ginem Suharti, 80. Ginem meninggal dunia di rumah anak perempuannya yang beralamat Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono.

Sutejo kemudian membawa jenazah ibu kandungnya itu menggunakan sepeda motor dengan beronjong di bagian belakang melintasi jalanan Boyolali dari Banyudono ke Simo.

Belum jelas apa motif Sutejo membawa jenazah ibunya sejauh itu. Sutejo sendiri mengalami gangguan kejiwaan.

“Jadi orang yang membawa jenazah itu ada gangguan jiwa. Jenazah itu mau dimakamkan sendiri oleh anaknya. Karena warga curiga kemudian ditolong, disucikan, dan dimakamkan,” kata Kasat Reskrim Iptu Ahmad Masdar Tohari mewakili Kapolres Boyolali dilansir dari Solopos.com, Kamis (29/10/2020).

Ahmad mengatakan jenazah itu diangkut menggunakan sepeda motor dari Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, ke Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo. Kejadian itu diketahui antara pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB, Kamis.

Oleh Sutejo, jenazah itu hendak langsung ia makamkan di permakaman Sucen, Kedunglengkong. Saat itu, jenazah belum disucikan, bahkan masih memakai pakaian lengkap.

Belum Disucikan
Warga yang melihat kemudian menyarankan agar Sutejo membawa jenazah ibunya itu ke rumah duka dulu untuk dimandikan. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah dimakamkan di permakaman Sucen Timur.

Camat Simo, Waluyo Jati, mengatakan warga harus membujuk Sutejo agar mau membawa jenazah ibunya ke rumah dulu untuk dimandikan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait