alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Berani Boikot Produk Prancis, UAS Sebut Otak Macron Lagi Sakit

Budi Arista Romadhoni Kamis, 05 November 2020 | 08:38 WIB

Tak Berani Boikot Produk Prancis, UAS Sebut Otak Macron Lagi Sakit
Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiyah di Kampus Unhas, Jumat 2 Oktober 2020 / Foto : DKSR Unhas

Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Somat menyebut logika otak Macron adalah logika orang sakit, ketika dia mengejek nabi, dia katakan kebebasan berekspresi

SuaraJawaTengah.id - Ustaz Abdul Somad atau UAS mengaku tak berani melakukan tindakan memboikot produk asal Prancis. Padahal, seruan boikot produk Prancis menyebar di mana-mana, terutama negara berpenduduk mayoritas Islam seperti Indonesia.

Lantas, ada apa dengan Ustaz Abdul Somad?

Dilansir dari Hops.id, dalam salah satu ceramahnya yang dimuat di saluran Youtube ASWAJA TV, ada seorang jamaah yang bertanya, bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina nabi?

UAS yang membaca pertanyaan tersebut langsung meresponsnya dengan menyelipkan satu kisah unik.

Baca Juga: Kecam Emmanuel Macron, Massa GPI Beli Produk Prancis dan Dibakar

“Argumen Presiden Prancis itu katanya kebebasan berekspresi. Kenapa kalian buat lukisan Nabi Muhammad? Kebebasan berekspresi. Datanglah Perdana Menteri Brazil, ditempelnya gambar istri Macron dengan monyet. Ngamuklah Macron. Kata Perdana Menteri Brazil, inilah kebebasan berekspresi,” ujar UAS, dikutip Rabu 4 November 2020.

“Jadi logika otak dia (Macron) logika orang sakit. Ketika dia mengejek nabi, dia katakan kebebasan berekspresi. Tapi giliran istrinya disandingkan dengan gambar monyet, dia ngamuk. Apa maksudnya? Berekspresi untuk nabi boleh, tapi berekspresi untuk istri dia tak boleh, ini orang otaknya sakit,” sambungnya.

UAS berpendapat, seandainya pemerintah sungguh-sungguh marah dengan pernyataan dan sikap Presiden Macron, maka sudah seharusnya negara memutus hubungan diplomatik dengan negara beribu kota Paris tersebut.

“Kalau kita punya pemimpin yang adil, yang kuat, yang gagah dan perkasa, itu ditarik hubungan diplomatik, ditutup Kedutaan Besar Prancis itu. Barulah itu hebat. Betul?” terangnya.

UAS ngaku tak berani boikot produk Prancis

Baca Juga: Sweeping Produk Prancis Justru Bikin Ekonomi Makin Susah

Pada kesempatan yang sama, UAS mengaku tak berani memboikot produk-produk buatan Prancis. Namun, pernyataan tersebut rupanya bukan sungguhan, melainkan sekadar kelakar atau candaan semata.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait