Optimisme Ekonomi Indonesia Diklaim Lebih Tinggi Dari Negara Lain di Asean

Dalam survei tersebut, terlihat bahwa Indonesia menjadi negara dengan optimisme ekonomi yang lebih tinggi dibanding lima negara lain di Asean.

Erick Tanjung | Mohammad Fadil Djailani
Minggu, 22 November 2020 | 13:24 WIB
Optimisme Ekonomi Indonesia Diklaim Lebih Tinggi Dari Negara Lain di Asean
Ilustrasi ekonomi saat pandemi

SuaraJawaTengah.id - Survei IPSOS, perusahaan riset pemasaran dan opini masyarakat global menyebut masyarakat Indonesia memiliki optimisme tinggi bahwa ekonomi bisa segera pulih akibat pandemi Covid-19. Mereka pun yakin wabah corona segera berakhir.

Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh IPSOS terhadap enam negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Singapura dan Thailand dengan masing-masing 500 responden di setiap negara.

Managing Director IPSOS Indonesia, Soeprapto Tan mengatakan tujuan survei tersebut ada tiga hal. Pertama, melihat pada tahap mana setiap negara di Asia Tenggara bereaksi terhadap Covid-19.

Kedua, melihat sejauh mana dampak Covid-19 terhadap penghasilan masyarakat dan bagaimana harapan mereka dalam enam bulan ke depan. Ketiga, bagaimana kegiatan perekonomian selama pandemi dan produk apa saja yang terdampak atau tidak terdampak pandemi.

Baca Juga:Berbinis Selama Pandemi Covid-19 dan Perubahan Kondisi Ekonomi Indonesia

Hal ini juga berkaitan dengan optimisme masyarakat di enam negara terhadap pengadaan vaksin Covid-19. Empat negara yakni, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam yakin vaksin bisa ditemukan dan didistribusikan pada semester I 2021. Sementara dua negara yakni, Singapura dan Thailand berharap vaksin bisa ditemukan pada semester II 2021.

Dalam survei tersebut, terlihat bahwa Indonesia menjadi negara dengan optimisme ekonomi yang lebih tinggi dibanding lima negara lain yang disurvei.

Soeprapto menyebutkan, survei sempat dilakukan dua kali yakni pada Mei dan September 2020. Pada survei pertama, hampir semua negara menunjukkan respon yang sama yakni pendapatan masyarakat yang menurun akibat pandemi.

"Namun memasuki survei kedua yang dilakukan pada September 2020, Indonesia terlihat cukup unggul dibanding lima negara lain yang disurvei," kata Soeprapto dalam acara diskusi media Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang digelar melalui virtual, ditulis Minggu (22/11/2020).

Soeprapto mengungkapkan dari 500 responden yang disurvei di Indonesia, terlihat sebanyak 4 persen di antaranya mengaku sudah mengalami kenaikan pendapatan. Sedangkan 21 persen responden mengaku pendapatannya sudah stabil alias tidak lagi berkurang.

Baca Juga:Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Mulai Pulih dari Pandemi

Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki optimisme terhadap pemulihan ekonomi yang lebih tinggi dibanding negara lain di ASEAN. Bahkan kalau dibanding Vietnam yang memiliki jumlah kasus Covid-19 lebih rendah, optimisme pemulihan ekonomi Indonesia lebih tinggi.

Berita Terkait

Dampak polusi udara tidak hanya mengancam kesehatan tetapi juga dapat berdampak kepada perekonomian Indonesia.

bisnis | 18:33 WIB

Indonesia disebut sebagai salah satu negara gagal sistemik, benarkah demikian? Apa itu negara gagal sistemik?

bisnis | 08:42 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memamerkan kinerja ekonomi Indonesia didepan para Menteri Keuangan dan Bank Sentral negara maju yang tergabung dalam G20.

bisnis | 11:22 WIB

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan haqqul yakin kalau Indonesia bisa menjadi negara yang memiliki pendapatan tinggi.

bisnis | 10:24 WIB

Dana Moneter Internasional (IMF) menilai pemulihan ekonomi Indonesia sangat kuat atau strong selama pandemi.

bisnis | 14:05 WIB

Terkini

PSIS Semarang bakal bertandang ke markas Madura United pada laga pekan keenam Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bangkalan pada Sabtu (5/8/2023) malam ini

news | 17:53 WIB

Klub bernama Sport Supaya Sehat (SSS) itu ternyata turut menginisiasi lahirnya PSIS Semarang, ini ulasannya

news | 13:30 WIB

Yoyok Sukawi menaruh harapan kepada wasit yang memimpin pertandingan antara Madura United menghadapi PSIS dapat memimpin pertandingan dengan adil

news | 11:25 WIB

Ajang sport tourism tahunan di Jawa Tengah, Tour de Borobudur kembali digelar. Event olahraga bersepeda yang sangat ditunggu goweser se-Indonesia

news | 09:08 WIB

Tour De Borobudur secara tidak langsung membantu cukup banyak pekerja rentan melalui sampah plastik yang dihasilkan selama event tersebut

news | 18:58 WIB

Kali ini Wareng mengkritik sikap CEO PSSI Semarang, Yoyok Sukawi lantaran tidak seberani presiden Madura United, Achasanul Qosasi dalam menyikapi kebijakan larangan suporter

news | 17:38 WIB

Pemindahan jabatan sosok Ade Bhakti dari Camat Gajahmungkur ke Dinas Pemandam Kebakaran Kota Semarang masih menyita perhatian masyarakat, termasuk rekan-rekannya

news | 14:09 WIB

Pertamina Grand Prix (GP) of Indonesia 2023 melakukan road show ke beberapa kota besar, salah satunya adalah Kota Semarang, Jawa Tengah

news | 14:00 WIB

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengunggah foto dengan salah satu legiun asing timnya, Gali Freitas. Hal itu sebagai kode masa depan wanderkid asal timor leste tersebut

news | 08:46 WIB

beredar video di sebuah grup whatsApp yang berisikan ratusan emak-emak mendukung perlombaan nasi goreng di Kota Semarang

news | 07:48 WIB

11 medali emas dipersembahkan kontingen KONI Kota Semarang dalam Porprov Jateng 2023

news | 07:38 WIB

Salah satu wisata perbukitan di Kebumen adalah Bukit Watu Tungku. Bukit yang berada di Desa Karangjoho, Kecamatan Sempor bisa dibilang surga tersembunyi.

news | 07:23 WIB

Keluarganya hampir retak, beruntung dia masih bisa memperbaiki puzzle yang kadung berantakan.

news | 18:45 WIB

PSSI baru saja menggelar konferensi pers terkait usulan dari suporter mengenai larangan untuk tandang ke kandang lawan

news | 14:24 WIB

Suporter PSIS diminta untuk menahan diri dengan tidak hadir dalam laga tandang menghadapi Madura United

news | 13:11 WIB
Tampilkan lebih banyak