alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pandemi Covid-19, Siswa Belajar Online di Banyumas Hanya 70%

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 19 Februari 2021 | 18:07 WIB

Pandemi Covid-19, Siswa Belajar Online di Banyumas Hanya 70%
Ilustrasi siswa di Banyumas main game online saat pandemi Covid-19. [Suara.com/Alfian Winanto]

Saat Pandemi Covid-19, pembelajaran memang dilakukan secara daring, namun sayang tidak sepenuhnya para siswa melaksanakan

SuaraJawaTengah.id - Pandemi Covid-19 memaksa kegiatan masyarakat harus dibatasi. Termasuk pendidikan yang harus dilakukan secara daring atau online. 

Kegiatan belajar mengajar (KBM) daring sudah berjalan selama satu tahun. Namun banyak yang menilai efektifitas pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 masih dirasa kurang. 

Dari survey yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, partisipasi siswa dalam pembelajaran daring hanya berkisar 70-80 persen dilakukan saat Pandemi Covid-19.

“Partisipasi siswa kalau di Banyumas rata-rata sekitar 70 sampai 80 persen. Jadi memang ada yang mendaftar kelas online tapi sama sekali tidak ikut. Sekarang anak-anak kebanyak nge-game,” kata Kepala Dindik Banyumas, Irawati dilansir dari hestek.id, Kamis (18/2/2021).

Baca Juga: Adiknya Meninggal, Polisi di Banyumas Permasalahkan RS Elisabeth Purwokerto

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya membutuhkan peran aktif wali murid untuk mengawasi kegiatan anak-anak selama belajar di rumah.

“Kalau tidak ada pengawasan dari orang tua, lha guru ngawasinnya gimana? Di masa kayak gini kan butuh kebersamaan antara guru dan orang tua. Kalau dari Dindik atau guru tok kan gak bisa,” katanya.

Selain itu, Dindik Banyumas saat ini pun telah memperbaiki modul yang disesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar daring.

“Untuk modul sudah kita sesuaikan, bapak ibu guru juga diharapkan semakin inovatif dalam mengajar lewat video conference. Kalau lewat video conference kan wajah siswa kelihatan, nanti yang tidak hadir bisa langsung dihubungi orangtuanya,” katanya

Irawati juga berharap, sekolah dapat memberikan pelayanan kepada wali murid yang terkendala sarana dan prasarana. Sebab, tidak semua siswa datang dari keluarga yang berada. Disamping itu, kondisi geografis juga berpengaruh terhadap sinyal provider sebagai syarat pembelajaran daring.

Baca Juga: Jakarta Catat Perekonomian Minus, Anies Salahkan Pandemi

“Wali murid mengambil modul di sekolah, nanti ada penugasan dari bapak ibu guru. Wali murid juga diberi pengarahan singkat terkait modul dan penugasanya,” pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait