alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Embel-embel THR Linmas, Beredar Surat Pungutan Liar ke Warga Kota Semarang

Budi Arista Romadhoni Minggu, 02 Mei 2021 | 15:39 WIB

Embel-embel THR Linmas, Beredar Surat Pungutan Liar ke Warga Kota Semarang
Ilustrasi pungutan liar untuk linmas THR di Kota Semarang. (Shutterstock)

Surat permohanan dana atau pungutan liar itu beralasan untuk memberikan THR kapada anggota Linmas

SuaraJawaTengah.id - Pungutan liar (Pungli) mengatasnamakan tunjangan hari raya (THR) atau Zakat marak terjadi. Setelah Kota Solo, kini juga ditemukan di Kota Semarang

Dilansir dari Ayosemarang.com, Pungli di Kota Semarang itu terjadi tepatnya di Jalan Anggrek V Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah. Beredar surat permohonan bantuan THR untuk diberikan kepada Linmas.

Surat tersebut memiliki kop surat yang bertuliskan “SATUAN TUGAS PERLINDUNGAN MASYARAKAT (SATGAS LINMAS PELETON III) KELURAHAN PEKUNDEN KECAMATAN SEMARANG TENGAH KOTA SEMARANG.”

Kemudian dilengkapi juga dengan uraian yang mengatasnamakan Komandan Pleton III Linmas wilayah Anggrek RW 05 untuk meminta dana bantuan kepada warga kepada linmas yang akan menjaga lingkungan.

Baca Juga: Ini Jadwal Imsakiyah di Kota Semarang dan Sekitarnya Pada Sabtu 1 Mei 2021

“Untuk itu kami mohon dengan sangat hormat kepada bapak/ibu warga anggrek Kelurahan Pekunden berkenan sudilah kiranya memberikan bantuan dana untuk saya berikan kepada anggota Linmas yang selama satu tahun telah menjaga keamanan dan ketertiban juga membuka dan menutup portal yang ada di wilayah RW O5 Kelurahan Pekunden, Kecamatan  Semarang Tengah, Kota Semarang,” begitu tulisan di dalam surat tersebut.

Surat penarikan sumbangan di Anggrek V Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. [Ayosemarang.com)
Surat penarikan sumbangan di Anggrek V Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. [Ayosemarang.com)

Di surat itu juga bertanda tangan Ketua LPMK Pekunden Sugiarto, Ketua RW Djuadji dan Komandan Linmas sendiri yang bernama Andi Koewardi.

Ketua RW 5 , Djuadji saat dikonfirmasi via ponsel membenarkan adanya surat tersebut.

“Ya benar, itu iuran warga,” ujarnya.

Sementara dari Lurah Kelurahan Pekunden yakni Rohadi Rubiyanto punya pendapat yang berbeda. Dia mengaku tidak tahu mengenai permintaan sumbangan tersebut.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Semarang dan Sekitarnya, Jumat 30 April 2021

“Kami tidak tahu-menahu soal pungutan tersebut. Itu dari warga sendiri,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait