alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh! Gegara PPKM, PMI Cianjur Alami Krisis Stok Darah Berbagai Golongan

Budi Arista Romadhoni Minggu, 25 Juli 2021 | 16:44 WIB

Duh! Gegara PPKM, PMI Cianjur Alami Krisis Stok Darah Berbagai Golongan
Ilustrasi krisis stok darah berbagai golongan terjadi di PMI Cianjur. (Shutterstock)

Krisis stok darah berbagai golongan terjadi di PMI Cianjur

SuaraJawaTengah.id - Krisis stok darah berbagai golongan terjadi di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Hal itu terjadi selama PPKM Darurat berlangsung. Krisis stok darah terjadi akibat adanya pembatasan yang diberlakukan.

"Pembatasan itu melarang pengumpulan massa untuk menghindari kerumunan, sehingga aksi donor darah masal tidak dapat digelar seperti biasa, sedangkan kebutuhan darah tetap tinggi setiap harinya," kata Kepala Pelayanan UDD PMI Cianjur, Pratiwi Numalasari dilansir dari ANTARA di Cianjur Minggu (25/7/2021).

Ia mengatakan selama pandemi COVID-19 tingkat ketersediaan stok darah setiap harinya masih dapat tercukupi karena beberapa program yang dilakukan, termasuk mendatangi kelompok pendonor atau "mobile unit" (unit bergerak).

Baca Juga: Hits: PMI Dituding Patok Harga Plasma Konvalesen hingga WHO Soal Gelombang Baru Covid-19

"Namun kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan selama PPKM Darurat diberlakukan sehingga untuk kebutuhan darah setiap harinya, kita hanya mengandalkan pedonor rutin dan donor pengganti. Akibatnya stok darah kita mengalami krisis, terutama golongan AB, A dan B, " katanya.

Ia menjelaskan selama PPKM Darurat kegiatan "mobile unit" tidak dapat dilakukan karena terbentur aturan terkait kerumunan, sedangkan kebutuhan darah aman setiap harinya, di angka 50 labu berbagai golongan.

Selama pemberlakuan pembatasan, pihaknya hanya memiliki stok darah berbagai golongan sebanyak 20 labu darah, sehingga sempat mengalami krisis.

Ia menuturkan, kebutuhan darah di Cianjur, untuk tiga rumah sakit yang ada seperti RSUD Cianjur, RSUD Cimacan dan RSDH serta pasien thalasemia setiap harinya mencapai 50 labu darah.

Sedangkan selama PPKM Darurat pedonor yang datang sangat minim, upaya jemput bola pun tidak dapat dilakukan karena jumlah pendonor yang dibatasi, hanya sosialisasi melalui media sosial yang dapat ditingkatkan.

Baca Juga: PMI Patok Biaya Rp 10 Juta Agar Pasien Dapat Plasma Konvalesen? Ini Faktanya

"Sosialisasi di media sosial hingga saat ini, terus kita maksimalkan terkait pentingnya mendonorkan darah, meski hasilnya belum maksimal. Harapan kami tingkat kepedulian masyarakat akan pentingnya donor darah, harus segera terbangun, sehingga dapat menutupi kebutuhan darah untuk kemanusian, seperti di kota lain, tingkat kesadaran masyarakatnya sudah tinggi, " katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait