Melihat hal tersebut, banyak warganet yang kemudian memberikan komentarnya. Banyak dari mereka yang kaget tak menyangka kantor si pengirim konten itu tega menggaji karyawannya dengan pulsa.
“kantor macam apean anj***,” kata akun @Pol***.
“sedih banget dibayar pakek pulsa, gatau apa ya kalo mau convert rate nya rendah. kalo saldo e wallet masih mending krn bisa dikirim ke rekening, adminnya juga ga mahal. ini bosmu mikirnya gimana anj***, ya kali beli makan bayar pakek pulsa,” ujar akun @del***.
“kalo via gopay atau dana gapapa lah masih bisa transfer ke bank lah ini via pulsa anji* gimana mau dijadiin duit,” komentar akun @snu***.
Baca Juga:Pamer Emas Segede Gaban, Pengantin Make Up Sendiri Demi Ngirit
“ini tempat kerja macam ap,” cuit @alp***.
Sebagian warganet pun ada yang menginginkan perusahaan yang tega menggaji karyawannya pakai pulsa itu diungkap ke publik. Namun, belakangan diketahui pengirim konten ke @jogmfs itu buka suara dan membuat klarifikasi. Dia menyebut, gaji yang diterimanya dalam bentuk pulsa itu merupakan gaji dari penelitian, bukan dari sebuah perusahaan besar.
“Halo semuanya, aku sendernya. Hanya mau klarifikasi ya. Kalau gajiku ini gaji penelitian. Tidak pada perusahaan besar ya. Jangan dibesarkan lagi yaa. Terima kasih atensinya,” kata si pengirim dengan akun @Dap***.
Kendati demikian, warganet lain mengatakan bahwa meski gaji tersebut berasal dari penelitian, tetap saja harus berupa uang yang dikirimkan ke rekening. Bukan berupa pulsa.
“Baru kali ini gue tau gaji penelitian dimasukin ke pulsa.. temenku yang gaji penelitian nya di bawah jumlah pulsa sender, di transfer lewat rekening bank,” cuit @jsu***.
Baca Juga:Santri Menangis Penuh Haru saat Dikunjungi Ortu Lewat Tembok Tinggi
“Ya walaupun gaji penelitian ya masa gajinya pake pulsa? Kalo gua mah ga mau dibayar pake pulsa walapun nominalnya banyak. Pulsa ga bisa jadi alat tukar loh. Kalopun di convert kena ratenya gede banget,” kata @jii***.