Sementara salah satu warga Banjarnegara, Nofianto (30) mengaku tidak menyangka jika Bupati Budhi Sarwono ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan korupsi gratifikasi pengadaan barang dan jasa.
"Masih belum percaya, dan sebetulnya tidak 100 persen memihak siapa, masih seperti tidak nyata, " Ungkap dia.
Ia merasa selama kepemimpinan bupati yang akrab disapa Wing Cin itu, banyak peningkatan pembangunan dan pelayanan di Banjarnegara.
"Merasa kepemimpinan bupati selama ini jauh lebih bagus dari pada sebelumnya, terutama pembangunan jalan sama di pelayanan, pembuatan berkas mudah cepat dan gratis," ujar dia.
Baca Juga:Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Bantah Terima Fee Rp 2,1 Miliar
Namun, ia tetap menghormati KPK untuk melakukan proses pemeriksaan kepada BS yang kini telah ditahan guna penyidikan lebih dalam.
"Kami tetap mendukung proses KPK, dan kalaupun ditetapkan sebagai tersangka kami berharap ada bukti yang jelas," sambung dia.
Sementara pantauan usai penetapan tersangka, rumah dinas Bupati Banjarnegara terlihat lengang. Pintu gerbang ditutup, tidak seperti biasanya yang terbuka sampai malam dengan penjagaan Satuan Polisi Pamong Praja.
Sekitar pukul 22.00 WIB semalam, tampak pintu gerbang terbuka dan sejumlah mobil berpelat merah dan mobil pribadi keluar dari dalam kompleks rumah dinas.
Sedangkan suasana Jalan Dipayudha dan Alun-alun Banjarnegara juga sepi. Padahal, jalan lingkar alun alun kini tidak lagi ditutup.
Baca Juga:Kekayaan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang Diciduk KPK Capai Rp 23 Miliar
Kontributor : Citra Ningsih