alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Belasan Kecamatan di Kabupaten Banyumas Rawan Bencana, Ini Titik yang Perlu Waspadai

Budi Arista Romadhoni Kamis, 23 September 2021 | 12:20 WIB

Belasan Kecamatan di Kabupaten Banyumas Rawan Bencana, Ini Titik yang Perlu Waspadai
Ilustrasi banjir. Sejumlah titik di Kabupaten Banyumas rawan terjadi bencana. Ini pemetaan kecamatan berdasarkan resiko bencana. (Pixabay/Hermann)

Sejumlah titik di Kabupaten Banyumas rawan terjadi bencana. Ini pemetaan kecamatan berdasarkan resiko bencana

SuaraJawaTengah.id - Intensitas hujan dan angin kencang yang mulai meninggi pada akhir-akhir ini perlu diwaspadai warga di Kabupaten Banyumas. Pasalnya sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas merupakan daerah rawan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. 

Pada awal minggu ini saja, akibat angin kencang, pohon besar di jalan Raya Baturraden tumbang dan menutup setengah badan jalan.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menjelaskan sedikitnya ada 16 kecamatan rawan longsor, 6 kecamatan rawan banjir dan 16 kecamatan rawan angin puting beliung yang perlu waspada di wilayah Kabupaten Banyumas.

"Wilayah kita hampir tiap tahun ada bencana banjir, longsor dan angin puting beliung. Nah kami sudah persiapan dari awal untuk mengantisipasi dampak bencana agar tidak ada korban," katanya usai menggelar pasukan siaga bencana di Makodim 0701 Banyumas, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Sapto Yogo Purnomo: 'Anak Bandel' Ajibarang yang Raih Perunggu di Paralimpiade Tokyo 2020

Antisipasi yang dilakukan pemkab dalam menghadapi bencana melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, dan relawan dari 33 organisasi kebencanaan. Selain itu juga membentuk posko di wilayah rawan bencana.

"Dalam apel ini kita cek juga beberapa peralatan seperti perahu karet, tenda dan sebagainya," jelasnya.

Berdasarkan catatan BPBD Banyumas, hingga September ini tercatat 217 kejadian bencana alan dengan kerugian material mencapai Rp 1,1 miliar. Sedangkan sepanjang tahun 2020 lalu tercatat ada 690 kejadian bencana dengan kerugian mencapai Rp 3,38 miliar. 

Tanah longsor masih mendominasi bencana yang terjadi di Banyumas dalam beberapa tahun terakhir. Jika melihat data lima tahun terakhir, kasus bencana alam paling banyak terjadi pada tahun 2020. Itu tidak lepas dari dampak La Nina

"Tahun ini, angin kencang ini bukan dampak dari La Lina, tapi masih ekstrim 2020," terangnya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Tempat Kuliner di Purwokerto, Makanannya Dijamin Menggoda Lidah

Dalam kesempatan ini, Kapolresta Banyumas, Kombes M Firman Lukmanul Hakim menambahkan untuk memudahkan koordinasi, unsur terkit akan menyatukan saluran frekuensi radio.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait