alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kapolda Jateng Puji Satgas Covid Pelajar di Tegal Kreatif dan Pertama Di Indonesia

Ronald Seger Prabowo Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:47 WIB

Kapolda Jateng Puji Satgas Covid Pelajar di Tegal Kreatif dan Pertama Di Indonesia
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi. [Humas Polda Jateng]

Satgas Covid 19 dibentuk oleh para pelajar sangat efektif untuk membantu kegiatan PTM.

SuaraJawaTengah.id - Satgas Covid 19 tingkat SMA yang diinsiasi oleh Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat diresmikan langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi di SMA 2 Slawi, Senin (11/10/2021)

Peresmian satgas covid 19 pelajar, juga diikuti Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng,yakni Dirlantas, Dirbinmas, Kabidhumas, Kabid TI, dan Kabiddokkes.

Kapolda mengapresiasi forkompinda khususnya Kapolres Tegal yang telah menginisiasi pembentukan Satgas covid 19 pelajar.

Program tersebut dinilainya sangat kreatif karena belum ada dan dilaksanakan di tingkat provinsi maupun nasional.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Cek Kebenaran Kabar Selebgram Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet

"Ini sangat efektif sekali, dimana PPKM level tiga wilayah kita, pembelajaran tatap muka (PTM) telah dilaksanakan dengan kapasitas 30 persen. Oleh sebab itu Satgas Covid 19 bertugas dalam hal penanganan dan mengingatkan," jelas Kapolda.

Menurut Kapolda, Satgas Covid 19 dibentuk oleh para pelajar sangat efektif untuk membantu kegiatan PTM.

Setelah peresmian tersebut Kepala Sekolah, Dinas terkait dan perwakilan pelajar akan mensosialisasikan terkait protokol kesehatan saat pelaksanaan PTM di Kabupaten Slawi

"Adanya kegiatan ini diharapkan tidak ada klaster pelajar baik ditingkat siswa SMP maupun SMA," tutur Kapolda.

Sementara Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan pembentukan satgas covid pelajar sebagai pedoman PTM terbatas. Pada pelaksanaannya perlu monitor dan evaluasi protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Rilis Aturan Perjalanan Dalam Negeri Terkait PON XX Papua, Begini Isinya

"Evaluasi penggunaan alat pendeteksi suhu tubuh, pengaturan jarak kursi antar siswa, sarana cuci tangan, dan vaksinasi pada guru maupun siswa. Hal ini bertujuan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka hingga kampanye protokol kesehatan tetap berjalan," ujar dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait