alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wow! Efek di Rumah Terus Selama Pandemi, Konsumsi Beras di Magelang Naik 144 Ton

Budi Arista Romadhoni Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:03 WIB

Wow! Efek di Rumah Terus Selama Pandemi, Konsumsi Beras di Magelang Naik 144 Ton
Ilustrasi beras atau nasi. Konsumsi beras di Magelang mengalami peningkatan yang signifikan, apakah gara-gara efek pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Konsumsi beras di Magelang mengalami peningkatan yang signifikan, apakah gara-gara efek pandemi Covid-19

SuaraJawaTengah.id - Jumlah konsumsi beras Kabupaten Magelang meningkat selama pandemi Covid. Efek pembatasan kegiatan yang menyebabkan masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah.

Berdasarkan survei BPS Kabupaten Magelang, rata-rata konsumsi beras naik 0,11 kilogram per orang setiap minggu. Data tersebut dihimpun BPS dengan membandingkan hasil survei tahun 2019 dan tahun 2020 disaat mulai masa pandemi.

Badan Pusat Statistik pada survei tahun 2020, menghitung jumlah penduduk Kabupaten Magelang sebanyak 1.299.859 orang. Sehingga diperkirakan total kenaikan konsumsi beras selama pandemi tahun 2020 menjadi 144,3 ton.

“Di Kabupaten Magelang konsumsi beras selama pandemi cenderung naik. Jadi konsumsi bahan makanan cenderung naik sementara konsumsi makanan jadi cenderung turun,” kata Statistisi Muda BPS Kabupaten Magelang, Eko Hermawati, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Viral! Pria di Magelang Ngamuk dan Ancam Bacok Orang Lewat, Warganet: Fans MU Iki

Eko Hermawati menjelaskan, kenaikan konsumsi beras tersebut terbilang signifikan jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Magelang. “Untuk kenaikan jumlah konsumsi itu signifikan karena nanti perkaliannya jadi banyak.”

Namun kenaikan jumlah konsumsi dinilai masih aman karena stok beras Kabupaten Magelang masih mencukupi. BPS mencatat luas produksi beras tahun 2020 mencapai 95.733 ton.

Secara berkala, BPS melakukan survei area produksi pertanian termasuk beras. “Hasil produksi beras jika dikalikan dengan konsumsi dan jumlah penduduk itu masih cukup. Masih surplus,” ujar Eko Hermawati.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikulura Dinas Pertanian Magelang, Ade Sri Kuncoro Kusumaningtiyas mengatakan, ketersediaan beras hingga Desember 2021 mencapai 21 ribu ton. Sedangkan kebutuhannya sekitar 8 ribu ton.

“Berdasarkan data tersebut kebutuhan pangan kita masih surplus sampai tahun 2032. Ketersediaan beras yang ada, kita masih surplus,” kata Ade Sri Kuncoro Kusumaningtiyas.

Baca Juga: Pandemi COVID-19 Dorong Ulama Telaah Ulang Pandangannya terhadap Ajaran Islam

Dinas Pertanian Magelang saat ini mengembangkan budidaya padi varietas lokal Sri Mulyo untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah. Padi varietas Sri Mulyo secara turun temurun ditanam masyarakat Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait