Waspada Banjir dan Gelombang Panas, WMO: Cuaca Ekstrem adalah Normal Baru

Banjir dan gelombang panas sering kali terjadi, cuaca ekstrem kini harus dihadapi dan menjadi normal baru

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 02 November 2021 | 14:03 WIB
Waspada Banjir dan Gelombang Panas, WMO: Cuaca Ekstrem adalah Normal Baru
Ilustrasi Banjir. Banjir dan gelombang panas sering kali terjadi, cuaca ekstrem kini harus dihadapi dan menjadi normal baru. (Pixabay.com/Hermann)

"Ada banyak bukti ilmiah bahwa beberapa di antaranya menanggung jejak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia."

Prof Taalas merinci beberapa kejadian ekstrem yang pernah dialami di seluruh dunia tahun ini.

Perkembangan lain yang mengkhawatirkan, menurut studi WMO, adalah kenaikan permukaan laut global.

Sejak pertama kali diukur dengan sistem berbasis satelit yang akurat pada awal 1990-an, permukaan laut naik 2,1 mm per tahun antara 1993 dan 2002.

Baca Juga:Selama Jabat Gubernur, Anies Baru Tahun Ini Targetkan Penanganan Banjir di Jakarta

Tetapi dari tahun 2013 hingga 2021 kenaikannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 4,4 mm, sebagian besar dipengaruhi oleh akselerasi hilangnya es dari gletser dan lapisan es.

"Permukaan laut naik lebih cepat sekarang daripada waktu lain dalam dua milenium terakhir," kata Prof Jonathan Bomber, Direktur Pusat Glasiologi Bristol.

"Jika kita melanjutkan lintasan seperti saat ini, maka kenaikan itu bisa melebihi 2 meter pada tahun 2100 yang menggusur sekitar 630 juta orang di seluruh dunia. Konsekuensinya tidak terbayangkan."

Dalam hal suhu, 2021 kemungkinan akan menjadi rekor terpanas keenam atau ketujuh.

Itu karena dalam bulan-bulan awal tahun ini dipengaruhi oleh peristiwa La Niña, fenomena cuaca alami yang cenderung mendinginkan suhu global.

Baca Juga:Banjir Surut, Warga Cipinang Melayu Balik ke Rumah Bersih-bersih

Tetapi laporan itu juga menunjukkan bahwa rekor suhu global berada di jalur untuk menembus 1C untuk pertama kalinya selama periode 20 tahun.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini