Selain longsor, di Banjarnegara juga terjadi banjir di Desa Masaran Kecamatan Bawang. Akibatnya satu ekor sapi milik warga terjebak luapan air.
Tujono menambahkan, pihaknya sudah menangani bersama tim gabungan untuk membuka akses dan gotong royong melakukan pembersihan material. Hanya saja, mengingat hujan masih turun, pembersihan dihentikan dan dilajutkan besok sebagai antisipasi jika terjadi longsor susulan.
"Sebetulnya yang parah itu yang barusan terjadi, seperti yang di Wangon, karena jalan tertimpa tanah longsor dan juga di Kutabanjar tepatnya di belakang parkiran RSUD ada satu rumah yang mengungsi karena sebagian tertimpa tebing setinggi 3 meter yang longsor," Imbuh dia.
Ia mengatakan untuk kebutuhan logistik berupa makanan masih bisa terpenuhi karena ada dukungan dari masyarakat sekitar yang turut membantu.
Baca Juga:Kasus Korupsi Banjarnegara, KPK Ultimatum Anggota DPRD Moch Rachmanudin Penuhi Panggilan
"Kebutuhan mendesak kalau jalan yang segera ditangani itu di lebak wangi, kemudian sisa yang kemarin ada di jalan di tempuran itu masih 60 persen belum selesai jadi belum bisa dilewati. Sementara untuk bantuan logsitik sebetulnya butuh material bangunan yang rusak. Sedangkan untuk permakanan masih aman karena dibantu masyarakat yang ikut gotong royong memberi logistik berupa makanan untuk relawan,"jelas dia.
Mengingat musim huja diperkirakan masih panjang, BPBD mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada ketika hujan deras. "Untuk masyarakat terutama yang berada di daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, dan juga yang belakang rumah ada tebing atau berada di leren. Kalau hujan turun jangan tidur terlalu nyenyak. Diharapkan warga menjalankan sistem ronda," pungkas dia.
Kontributor : Citra Ningsih