Awas! Selain Bencana di Musim Hujan, Masyarakat Jateng Diminta Waspada dengan Penyakit DBD

Penyakit DBD tak kalah mematikan dengan Covid-19, selain bencana di musim hujan penyakit DBD wajib diwaspadai

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 23 November 2021 | 17:05 WIB
Awas! Selain Bencana di Musim Hujan, Masyarakat Jateng Diminta Waspada dengan Penyakit DBD
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. Penyakit DBD tak kalah mematikan dengan Covid-19, selain bencana di musim hujan penyakit DBD wajib diwaspadai (Sumber: Shutterstock)

SuaraJawaTengah.id - Provinsi Jawa Tengah memasuki musim hujan. Tidak hanya virus Corona yang harus diantisipasi, namun penyakit-penyakit lainnya harus diwaspadai. 

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) tak kalah mematikan dengan Covid-19. Gejalanya pun nyaris hampir sama dengan virus yang lagi merebak di seluruh dunia itu. 

"DBD harus tetap diwaspadai, sebab pada periode Januari-September 2021, jumlah kasus DBD di Jateng mencapai 2.170 kasus dengan kematian mencapai 56 orang," kata Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo dikutip dari ANTARA di Semarang, Selasa (23/11/2021).

Sebagai langkah antisipasi merebaknya penyakit DBD, jajaran Dinkes Jateng telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di 35 kabupaten/ kota.

Baca Juga:Musim Hujan, Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Jawa Tengah Tanam Pohon

Menurut dia, koordinasi itu dilakukan untuk memantapkan strategi pengendalian penyakit utamanya penyakit tular vektor dan "zoonosis" atau penyakit yang dibawa oleh hewan.

Ia menyebut kewaspadaan oleh masyarakat itu penting walaupun hampir dua tahun terakhir angka kasus penyakit itu menurun.

"Kesiapsiagaan dari logistik baik dari provinsi maupun dari kabupaten/kota, kemudian pemberdayaan masyarakat untuk ikut menanggulangi vektor nyamuk atau tikus. Lalu, untuk kader juru pemantau jentik termasuk di tingkat sekolah karena PTM sudah mulai berjalan. Itu perlu koordinasi lintas sektor," ujarnya.

Terkait dengan hal itu itu, warga disarankan melakukan pola hidup sehat dan melakukan aktivitas menguras, menutup tampungan air, dan mengubur barang yang berpotensi menampung air (3M).

"Jika menemukan gejala DBD seperti demam, mual, pusing, nyeri perut, warga diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat," katanya.

Baca Juga:Musim Hujan Tiba, Waspadai Penyakit Leptospirosis

Mengenai adanya pihak-pihak yang menyelenggarakan pengasapan (fogging) secara mandiri, dirinya meminta sebaiknya tetap berkoordinasi melalui petugas puskesmas setempat.

"Karena 'fogging' itu ada aturannya, hubungi puskesmas, tanyakan apakah 'fogging' itu berizin atau tidak," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak