Vaksin Ditemani Gubernur Ganjar, Siswa dan Siswi Ini Grogi

Ditemenai Ganjar Pranowo Siswa dan Sisiwi ini menerima vaksinasi Covid-19

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 22 Desember 2021 | 10:17 WIB
Vaksin Ditemani Gubernur Ganjar, Siswa dan Siswi Ini Grogi
Ditemani Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, siswa dan siswi ini nampak grogi. [Dok Pemprov Jateng]

“Sudah pernah disuntik? Ini suntik apa tahu nggak? Takut nggak?,” tanya Ganjar pada siswa yang sedang menerima vaksinasi.

“Sudah pernah. Ini suntik corona,” ujar siswa bernama Raditya.

Ada yang lucu saat Ganjar berada di ruang kelas itu. Salah seorang siswa, tampak menyembunyikan wajahnya di badan gurunya saat menerima vaksin. Ternyata, Siswi bernama Safa itu grogi karena ditunggui Ganjar.

“Ini tadi habis suntik. Suntik sinovac. Grogi dilihat pak Ganjar,” tutur Safa dan Farah ditemui usai vaksin.

Baca Juga:26,5 Juta Anak Indonesia Usia 6 11 Tahun Jadi Target Vaksinasi Covid-19

Ganjar mengatakan dari pantauannya di dua sekolah di Kota Semarang, pelaksanaannya terbilang lancar. Bahkan, dari Dinas Kesehatan Kota Semarang menarget setiap hari menyuntikkan 13ribu vaksin.

“Ini kesempatan anak-anak mengambil raport, kesempatan untuk bisa melakukan percepatan. Nah sekolah-sekolah tinggal manggil aja,” kata Ganjar usai tinjauan.

Di dua titik yakni Pekalongan dan Kota Semarang, Ganjar menilai secara keseluruhan pelaksanaan vaksinasinya bagus. Daerah, lanjut Ganjar, punya kemauan tinggi untuk melakukan percepatan vaksinasi.

“Stok vaksin oke, dari pusat sudah dikirim. Ini Kota Semarang dikirim 150.000. Itu bisa digenjot kalau sehari 13ribu dibagi ya kurang lebih seminggu,” kata Ganjar.

Sementara Kadinkes Kota Semarang dr Abdul Hakam mengatakan, pihaknya menerima 150ribu dosis vaksin sinovac untuk anak pada Jumat (17/12) lalu. Jumlah anak usia 6-11 tahun di Kota Semarang, kata Hakam, sebanyak 165.185 anak.

Baca Juga:Ini yang Dirasakan Anak Usia 6-11 Tahun usai Disuntik Vaksin COVID-19

“Kita sudah dikasih sejak hari Jumat kemarin itu sekitar 150ribu. Harapannya minggu depan ada dopingan lagi, karena 165.185 itu yang MI dan RA dari (naungan) Kemenag belum dihitung,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini