Logo Halal Baru dari Kemenag Memunculkan Polemik Baru, Bagaimana Peluang Pasar Halal di Indonesia

Logo halal dari Kementrian Agama menuai polemik di masyarakat dan ulama, logo tersebut diklaim tidak sesuai, karena mengadopsi filosofi wayang

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 16 Maret 2022 | 08:11 WIB
Logo Halal Baru dari Kemenag Memunculkan Polemik Baru, Bagaimana Peluang Pasar Halal di Indonesia
Ilustrasi logo halal baru (instagram/@kemenag_ri)

Ketika masyarakat terjebak dalam polemik panjang tanpa ujung, bangsa lain bisa saja sedang sibuk mempersiapkan langkah-langkah konkret untuk menggempur pasar halal Indonesia yang merupakan konsumen raksasa produk halal.

Tercatat dalam Laporan Pasar Halal Indonesia 2021/2022 yang diterbitkan Bank Indonesia bersama Indonesia Halal Lifestyle Center dan DinarStandard bahwa aktivitas belanja konsumen halal Indonesia mencapai 184 miliar dolar AS pada 2020 menjadikan Indonesia sebagai pasar konsumen halal terbesar di dunia.

Laporan juga menemukan bahwa hingga saat ini Indonesia masih defisit dalam hal ekspor produk halal. Diperkirakan ada sekitar 8 miliar dolar AS ekspor produk halal Indonesia pada 2020, sementara 10 miliar dolar AS untuk impor produk halal.

Indonesia dicatat dalam laporan tersebut sebagai eksportir terbesar ke-9 ke Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang mengekspor 8,6 miliar dolar AS untuk produk halal (termasuk produk-produk yang secara alami halal seperti sayur-mayur).

Baca Juga:Cerita di Balik Logo Halal Baru Indonesia Versi MUI, Banyak Nada Kecewa Hingga Bahasa Tulisan Arab

Meski nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan eksportir utama, China, dengan ekspor lebih dari 25 miliar dolar AS pada 2020, tetapi nilai ekspor Indonesia lebih besar daripada negara tetangga, Malaysia.

Saat ini, posisi Indonesia memang masih tertinggal dalam pasar halal dunia. Kontribusi Indonesia dalam pasar halal ke OKI hanya mencapai 3 persen. Sebaliknya, Indonesia menjadi pasar konsumen halal terbesar di dunia dengan angka 11,34 persen dari total belanja ekonomi halal dunia.

Pusat Halal Dunia

Sebuah laporan bertajuk Indonesia Halal Markets Report 2021/2022 yang dirilis pada Senin, 14 Maret 2022, oleh Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dan DinarStandard dalam Dubai Expo itu kemudian menjadi acuan yang strategis.

Sebab laporan tersebut menyoroti peluang perdagangan dan investasi yang saat ini sedang digalakkan oleh Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kerja sama luar negeri, utamanya melalui “halal produk and services”.

Baca Juga:MUI Sesalkan Penetapan Logo Halal Terbaru: Semestinya Mengakomodir Aspirasi Banyak Pihak

Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Dr. Sapta Nirwandar, menekankan pentingnya untuk selalu mempromosikan pasar halal Indonesia dalam berbagai forum tingkat dunia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini