Menurutnya, pemerintah juga perlu melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi umum atau kendaraan dengan menggunakan energi terbarukan, untuk menghemat penggunaan BBM.
"Jawaban untuk kenaikan harga BBM, dengan menggunakan fasilitas kendaraan umum, atau menggunakan kendaraan yang sudah menggunakan energi baru terbarukan," ungkap Didik.
Terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik, Arya Sinulingga menuturkan, butuh kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan BBM ramah lingkungan yang tidak disubsidi oleh pemerintah. Apalagi bagi mereka yang memiliki mobil bertaraf mewah, untuk tidak menggunakan BBM subsidi seperti Pertalite.
"Harusnya orang - orang kaya malu pakai Pertalite. Yang namanya BBM untuk orang kaya, para pemilik mobil mewah ini harusnya jangan di subsidi. Gunakanlah BBM yang mengikuti harga pasar, karena sangat tidak fair kalau BBM untuk mobil mewah dibebankan ke rakyat lantaran mereka pakai BBM subsidi," ujar Arya.
Baca Juga:Stafsus Menteri BUMN Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Pakai Pertalite: Seharusnya Mereka Malu
Arya menegaskan, harus ada kesadaran juga bagi mereka yang memiliki mobil mewah ini untuk bersiap juga mengikuti harga pasar untuk penggunaan energinya. Pemerintah akan terus mendorong ke arah sana.
"Apalagi jumlahnya gak banyak. Itu para pemilik mobil mewah akan kita dorong untuk pakai BBM yang tidak di subsidi. Mengikuti harga pasar yang terjadi, baik naik turunnya. Jangan membebani rakyat dengan mobil mewahnya," tandasnya.