Nyaris Baku Hantam dengan Henry Yosodiningrat, Novel Bamukmin: Saya Pernah Menjadi Laskar, Tidak ada Senjata

Debat panas membahas tewasnya pengawal Habib Rizieq Shihab di KM 50 terjadi antara Henry Yosodiningrat dan Novel Bamukmin

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 31 Maret 2022 | 17:08 WIB
Nyaris Baku Hantam dengan Henry Yosodiningrat, Novel Bamukmin: Saya Pernah Menjadi Laskar, Tidak ada Senjata
Diskusi panas Henry Yosodiningrat dengan mantan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin. Mereka mendebatkan tragedi KM50 di kanal YouTube Karni Ilyas Club. [YouTube]

"Bagaimana kita mau hadir sidang, kalau saksi yang betul kompeten dan tahu fakta di lapangan tidak pernah hadir atau bahkan tidak diterima. Tidak ada komunikasi bahkan tidak ada koordinasi kami. Namanya warga negara berhak menyampaikan pendapat bahwa kita melihat. sidang ini diduga kuat adalah rekayasa," imbuhya.

Berbeda dengan penjelasan Novel Bamukmin, Henry Yosodiningrat yang awalnya dipersilakan menyampaikan pendapatnya, membuktikan fakta dengan melampirkan data yang ada di persidangan. Menurutnya orang yang tidak pernah membaca persidangan hingga pokok-pokok keterangan saksi dan ahli, hanya sebatas ngawur.

"Jadi tidak pernah baca surat dakwah tidak pernah datang persidangan, tidak pernah membaca berita persidangan yang merupakan pokok-pokok keterangan saksi pokok-pokok ahli tidak membaca pembelaan saya. Berarti kalian nanti ngomongnya akan ngawur, akan menyebarkan kebohongan," jelas Henry.

Henry bahkan sempat menirukan reka adegan ulang KM50, menceritakan kronologi dari peristiwa tersebut. Mulai dari perampasan senjata dan pemukulan. 

Baca Juga:Desak Kasus Unlawful Kiling Laskar FPI Dibawa ke Pengadilan HAM, Menantu Rizieq: Ini Bukan Pelanggaran Biasa!

"Berdasarkan hukum pembelaan jika tidak dipertahankan, kalau tidak ditembak orang ini akan mati," ujarnya.

Lihat videonya klik di SINI

Kontributor: Sekar Wati

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini