SuaraJawaTengah.id - Tidak lama lagi umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari raya idul fitri.
Di momen hari kemenangan itu, umat muslim biasanya akan saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan.
Namun, beredar sebuah video di akun TikTok @mhdmuhlis, ada seorang ustaz yang menyebutkan jika tradisi bermaaf-maafan saat lebaran tidak ada dalam ajaran agama Islam.
Bahkan ustaz ini telah membuktikan tidak ada dalil Al-Quran atau hadist soal kebiasaan umat muslim bermaaf-maafan ketika hari raya idul fitri.
Baca Juga:Begini Kondisi Tol Jakarta Cikampek yang Macet Parah dari Dinihari hingga Siang Ini
"Idul fitri ini artinya ied kembali, fitri makan pagi. Bukan kembali suci, nggak ada satu dalil pun yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad mengajarkan untuk bermaaf-maafan tidak ada," buka ustaz tersebut.
"Dalil yang shahih saat lebaran itu saling mendoakan. Tapi tradisi kita di masyarakat adalah bermaaf-maafan ya Allah," tambahnya.
Ustaz ini menjelaskan bahwa meminta maaf kepada seseorang ketika kita berbuat salah tidak harus menunggu di momen lebaran idul fitri.
"Bermaaf-maafan nggak nunggu idul fitri, kita berbuat salah kapan saja harus langsung minta maaf. Tapi idul fitri itu saling mendoakan," papar ustaz yang belum diketahui identitasnya tersebut.
Diakhir video, ia meminta jemaahnya untuk saling mendoakan agar ibadah puasa ramadhan tahun diterima oleh Allah SWT.
Baca Juga:Buka Tutup Contra Flow Dilakukan Polres Karawang untuk Urai Kemacetan di Tol Jakarta Cikampek
"Kita saling mendoakan semoga Allah menerima puasa kami dan puasa kalian," tandasnya.
- 1
- 2