“Saya cuma dengar dari jauh ada tawuran di pertigaan. Tapi saya nggak berani keluar. Anak-anak juga saya larang keluar. Paginya saat saya mau keluar salat Subuh, masih ada polisi berjaga di pertigaan,” kata Pendi yang rumahnya tak jauh dari lokasi tawuran.
Pendi tinggal di Kampung Ketepeng, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah. Lokasi tawuran merupakan daerah perbatasan 3 kelurahan: Panjang, Rejowinangun Utara, dan Gelangan.
Banyak jalan tikus yang menghubungkan ketiga kelurahan, sehingga sulit mengidentifikasi secara pasti bahwa pelaku pembacokan warga Bogeman adalah warga Kampung Nambangan.
Menurut Pendi, situasi mencekam saat terjadi tawuran di pertigaan Jalan Telaga Warna. Selain membawa senjata tajam, kedua kelompok warga saling serang menggunakan petasan dan lemparan batu.
Baca Juga:Tawuran Pecah di Tugu Manggis Jakbar, Warga: Banyak yang Bawa Celurit
“Pokoknya saya bilang sama anak-anak untuk tidak mendekat. Takut kena sasaran. Kami juga nggak tahu duduk permasalahannya apa,” ujar Pendi yang mengaku pensiunan TNI.
Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, hari ini pihaknya memanggil korban pembacokan untuk dimintai keterangan.
“Laporan aduannya (kasus pembacokan) kita proses. Untuk tawuran kita lihat. Kita lihat prosesnya karena ini masih dalam satu rangkaian juga. Dalam kejadian yang sama,” kata AKBP Yolanda.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi