facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kunjungi Candi Borobudur, Presiden Jerman Tak Pakai Sandal Khusus Upanat, Ini Alasannya

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:00 WIB

Kunjungi Candi Borobudur, Presiden Jerman Tak Pakai Sandal Khusus Upanat, Ini Alasannya
Kunjungan Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeir ke Candi Borobudur, Jumat (17/6/2022). [Dok. Balai Konservasi Borobudur].

Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeir hari ini, Jumat (17/6/2022) mengunjungi Candi Borobudur, namun sang Presiden tak memakai sandal khusus upanat

SuaraJawaTengah.id - Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeir hari ini, Jumat (17/6/2022) mengunjungi Candi Borobudur. Jerman menjadi salah satu negara yang mensponsori restorasi Borobudur pada tahun 1973-1983.   

Kunjungan Frank Walter Steinmeir salah satunya menengok fasilitas laboratorium konservasi yang pernah disumbangkan Jerman pada masa lalu. Jerman bersama 26 negara asing lainnya menyumbangkan dana restorasi yang menelan biaya total US$ 6,9 juta.

Menurut Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, Jerman memiliki sejarah panjang mendukung konservasi Candi Borobudur.

"Salah satu alasannya karena ada kerja sama dimasa lalu dengan Jerman yang cukup baik untuk peralatan laboratorium. Beliau melihat apakah masih ada manfaat," kata Hilmar.

Baca Juga: Presiden Jerman Puji Perkembangan Teknologi dan Populasi Generasi Muda Indonesia

Meski sudah beberapa kali datang ke Indonesia, ini adalah kunjungan pertama Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeir ke Candi Borobudur. Presiden diantar naik sampai ke stupa untuk melihat kondisi candi lebih jelas.

Presiden Frank Walter Steinmeir juga mendapat penjelasan soal keausan lantai candi akibat gesekan dengan alas kaki para pengunjung. Dijelaskan bahwa kedepan untuk naik ke atas candi wajib mengenakan sandal khusus (sandal Upanat).

"Tadi kita tawari untuk mengenakan sandal (Upanat). Tapi sepertinya protokolernya yang mengarahkan go ahead makanya nggak bisa memaksa ya," kata Ketua Pokja Kajian dan Laboratorium BKB, Nahar Cahyandaru yang mendampingi Presiden.

Menurut Nahar, kajian sandal Upanat menunjukkan mampu meminimalirsir keausan batuan candi akibat gesekan dengan alas kaki. Saat ini penggunaanya masih dalam tahap sosialisasi.

"Tapi karena sifatnya masih sosialisasi dan paspampres seperti itu, ya kita mengalir. Kita nggak bisa juga memaksakan. Kami sampaikan bahwa keausan (batu tangga) itu salah satu masalah di Borobudur, beliau dari ekspresinya mengatakan oh iya ini masalah serius."

Baca Juga: Bertemu dengan Presiden Jerman, Jokowi Bahas Situasi Perang di Ukraina

Tujuan kunjungan Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeir antara lain menjajaki kemungkinan memberikan bantuan teknologi untuk mengatasi masalah teknis yang dapat mengancam keawetan batuan candi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait