facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengertian Midodareni: Asal Usul hingga Sejarah

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 05 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Pengertian Midodareni: Asal Usul hingga Sejarah
Penampilan Cantik Canti Tachril Calon Adipati Dolken Saat Midodareni (Instagram/ Canti Tachril)

Dalam tradisi Midodareni, malam sebelum hari upacara pernikahan berlangsung, pengantin putri ditemani oleh kawan-kawan putrinya.

SuaraJawaTengah.id - Dalam tradisi Jawa ada Midodareni. Pengertian Midodareni merupakan serangkaian upacara adat bagi pengantin perempuan pada malam menjelang ijab Kabul atau pesta pernikahan.

Dalam tradisi Midodareni, malam sebelum hari upacara pernikahan berlangsung, pengantin putri ditemani oleh kawan-kawan putrinya.

Dikutip dari radenfatah.ac.id, Midodareni berasal dari kata widodari yang berarti bidadari atau putri dari surge yang sangat cantik dan menebarkan bau harum.

Tradisi Midodareni ini berasal dari lagenda Jaka Tarub dan salah satu bidadari tersebut yang bernama Dewi Nawang Wulan, bermula ketika tujuh bidadari turun dari khayangan untuk mandi di sebuah telaga.

Baca Juga: Heboh! Ridwan Kamil dan Bonge Lenggak Lenggok bak Model Profesional saat Peresmian Situ Rawa Kalong, Warganet Bahagia

Tergoda dengan kecantikan para bidadari, Jaka Tarub yang sedang mengintip mencuri salah satu selendang milik bidadari tersebut.Tidak salah lagi, selendang yang dicuri
merupakan kepunyaan Dewi Nawang Wulan.

Melihat peluang ada didepan mata, Jaka Tarub pun muncul sebagai pahlawan untuk menolong Nawang Wulan. Singkat cerita, keinginan Jaka Tarub untuk memiliki Nawang Wulan terwujud.

Namun cerita manis itu tidak bertahan lama, sebelumnya Nawang Wulan pernah berkata Jaka Tarub untuk jangan pernah membuka kekep atau penutup dandang (penanak nasi) sewaktu ia sedang memasak nasi, rasa penasaran Jaka Tarub tidak dapat ditahan, ia pun melanggar larangan Nawang Wulan.

Rahasia mengapa padi yang selama ini tidak pernah habis pun terbongkar, ternyata selama ini Nawang Wulan memasak nasi hanya dengan setangkai padi untuk menghasilkan satu dandang nasi penuh.

Nawang Wulan sangat marah, Jaka Tarub telah melanggar janjinya, akan tetapi sebelum pergi kembali ke kahyangan, Nawang Wulan sempat berpesan kepada Jaka Tarub jika kelak putri mereka, Dewi Nawangsih menikah agar menyediakan pasangan kembar mayang, sepasang atau dua butir kelapa muda yang masih ada sabutnya, dan disiapkan di depan pendaringan atau dalam kamar pengantin pada waktu sore hari sebelum hari pernikahan.

Baca Juga: Gadis Sidoarjo Terperdaya Pria Mengaku Anggota Polda Jatim, Dua Kali Disetubuhi di Penginapan

Maka saat itulah Dewi Nawang Wulan akan turun memberi restu serta akan mempercantik putrinya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait