Hewan Ternak di Grobogan Bakal Dipasangi Tanda Pengenal, Ini Tujuannya

Hewan ternak di Kabupaten Grobogan, bakal dipasangi tanda pengenal atau identitas berupa eartag secure Quick Response (QR) Code

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 13:15 WIB
Hewan Ternak di Grobogan Bakal Dipasangi Tanda Pengenal, Ini Tujuannya
Ilustrasi sapi. Hewan ternak di Kabupaten Grobogan, bakal dipasangi tanda pengenal atau identitas berupa eartag secure Quick Response (QR) Code. (unsplash.com/ @mrmrs)

SuaraJawaTengah.id - Hewan ternak di Kabupaten Grobogan, bakal dipasangi tanda pengenal atau identitas berupa eartag secure Quick Response (QR) Code untuk kepentingan pendataan populasi ternak di daerah setempat.

"Kami sudah mendapatkan tanda pengenal atau identitas (Eartag Secure QR Code) dari Pemerintah Pusat sebanyak 15.000 keping," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan Riyanto dikutip dari ANTARA pada Jumat (7/10/2022).

Sementara itu alat untuk memasangkan tanda tersebut ke ternak, kata dia, baru diambil di Provinsi Jateng.

Ia mengungkapkan Kabupaten Grobogan mendapatkan alokasi 300 aplikator, sehingga  bisa diterjunkan petugas pemasangan eartag dalam jumlah banyak. Sedangkan sasarannya kerbau dan sapi.

Baca Juga:Nahas! Kepala Kantor Kemenag Tewas Gantung Diri di Gudang Samping Rumah

Jumlah populasi ternak sapi di Kabupaten Grobogan berdasarkan pendataan sebelumnya mencapai 204.000 ekor, sedangkan populasi kerbau sekitar 3.000 ekor.

Pada masing-masing tanda pengenal tersebut akan terdapat informasi tentang nama pemilik, alamat, status reproduksi, dan kesehatan, serta informasi penting lainnya.

"Data hewan yang diberi tanda pengenal dan pemiliknya akan diinput pada aplikasi yang tersedia," ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK), Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan menyebutkan belum mencapai 100 persen, karena disesuaikan dengan vaksin yang diterima.

Capaian vaksinasi PMK hingga bulan September 2022, baru menyasar 20.000 ekor ternak.

Baca Juga:Karena PMK, Vaksin Hewan Ternak Digencarkan di Balikpapan: Mudah-mudahan Berhenti

News

Terkini

Betapa terkagetnya wanita itu saat melihat mayat terbujur kaku yang tergelatak hingga mengundang kedatangan warga.

News | 11:06 WIB

Dalam berbagai kasus mafia hukum yang terjadi di Indonsesia, Mahfud MD juga menyinggung keberadaan jaksa hingga polisi.

News | 10:18 WIB

Dengan mulai dibangunnya jalur wisata Baturraden-Serang-Belik, daerah wisata di Kabupaten Banyumas-Purbalingga dan Pemalang akan saling terintegrasi.

News | 19:44 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan program Tuku Lemah Oleh Omah terus berjalan. Menurutnya program itu bisa direplikasi dalam situasi kebencanaan

News | 19:24 WIB

Pembebasan lahan menjadi kendala pada pelaksanaan Proyek Tol Semarang-Demak seksi 1. Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membentuk tim khusus

News | 19:17 WIB

Meskipun mendominasi jalannya laga sejak menit awal, PSIS Semarang harus mengakui keunggulan PSIM

News | 19:06 WIB

DKI berhasil mengalahkan perwakilan tuan rumah Jawa Tengah lewat adu penalti, 5-4.

News | 18:16 WIB

Pesepak bola Pratama Arhan dikabarkan pulang kampung ke tanah kelahirannya di Blora, Jawa Tengah

News | 18:09 WIB

Membahas kesetaraan gender, Cinta Laura Kiehl menyentil soal feminisme di Indonesia

News | 16:07 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memiliki program unik dalam membantu warganya memiliki rumah. Yaitu "Tuku Lemah Oleh Omah"

News | 15:08 WIB

Pengungkapan kasus pembunuhan ASN Pemkot Semarang masih menjadi misteri. Hingga kini, pelaku utama pembunuhan tersebut belum juga terungkap

News | 14:52 WIB

Edukasi keuangan digital menjadi hal yang wajib dipelajari. Apalagi kini pembayaran tunai mulai dialihkan

News | 14:45 WIB

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda mengecam umat muslim soal dukungan kepada Negara Qatar terhadap LQBT

News | 14:28 WIB

Curah hujan yang tinggi memberikan dampak terhadap pertanian. Hal itu terjadi di Kabupaten Kudus, ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir

News | 11:37 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan peningkatan sumberdaya manusia penting didorong. Sehingga tidak ada lagi suara miring tentang keberadaan tenaga kerja asing

News | 11:02 WIB
Tampilkan lebih banyak