Tiga Strategi Jitu Disiapkan Ganjar Pranowo untuk Pemprov Jawa Tengah Hadapi Krisis Pangan 2023

Mulai dari subsidi pupuk, pengembangan varietas kedelai Grobogan, hingga kampanye menanami pekarangan.

Ronald Seger Prabowo
Senin, 24 Oktober 2022 | 15:00 WIB
Tiga Strategi Jitu Disiapkan Ganjar Pranowo untuk Pemprov Jawa Tengah Hadapi Krisis Pangan 2023
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. [Dok]

SuaraJawaTengah.id - Kriris pangan yang diprediksi terjadi tahun 2023 mendatang mulai diantisipasi Pemprov Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bahkan sudah menyiapkan tiga strategi sebagai persiapan menghadapi ancaman krisis pangan pada 2023.

Mulai dari subsidi pupuk, pengembangan varietas kedelai Grobogan, hingga kampanye menanami pekarangan.

"Luas lahan pekarangan jauh lebih banyak dibanding luas lahan pertanian, sehingga optimalisasi bisa dilakukan dengan gerakan menanami pekarangan," kata Ganjar dilansir dari ANTARA, Senin (24/10/2022).

Baca Juga:Survei Capres 2024 Terbaru: Elektabilitas Ganjar Pranowo Unggul, Bagaimana dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan?

Menurut dia, beberapa produk, khususnya yang dioperasi oleh pusat sampai daerah khususnya pajale (padi-jagung-kedelai) dan ini kedelai saja yang masih kurang.

Ganjar juga mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah untuk berkolaborasi dengan Badan Riset pusat untuk melihat produk apa yang sudah bagus di Jateng.

"Umpama kedelai, itu di Jateng punya varietas Grobogan, itu disebut khusus ya. Kalau itu bisa dikembangkan maka sebenarnya ini bisa menjadi kontribusi Jateng soal kedelai," paparnya.

Di sisi lain, pengembangan kedelai erlu dibarengi dengan kebijakan dari para pemasok kebutuhan.

"Pemerintah mesti hadir memberikan insentif kepada petani kedelai. Kalau perlu offtaker-nya kita dari pemerintah sehingga petani merasa mendapatkan keuntungan yang wajar ya, ini yang mesti kita dorong," ujarnya.

Baca Juga:Waspada Pasokan Pangan di Tengah Tantangan Resesi Global dan Potensi Krisis Pangan

Strategi selanjutnya adalah dengan pemberian subsidi pupuk yang jumlahnya terbatas dan secara kuantitas juga kurang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini