Makanan pengganti ini diberikan untuk orang yang asupan hariannya tidak mencukupi atau berisiko malnutrisi. Sementara waktu, dosis dan lama pemberian disesuaikan dengan anjuran dokter, kondisi kesehatan dan hasil terapi pasien.
Ia menambahkan pasien kanker sebetulnya boleh makan apa saja selama asupannya sehat, bergizi dan seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Agar pasien lebih bernafsu makan, keluarga bisa memberikan makanan-makanan favorit pasien. Bila diperlukan, makanan tersebut bisa dimodifikasi dengan tambahan bahan yang lebih bergizi agar nutrisinya terjamin.
Ia berpesan kepada masyarakat untuk menjaga pola makan yang baik. Menurut Cindiawaty, meski kanker disebabkan oleh berbagai faktor risiko, masyarakat tetap harus menjaga pola makan yang baik. Batasi asupan lemak jenuh, garam dan gula agar tidak berlebihan.
Baca Juga:Ternyata Banyak Pasien Kanker Jutsru Meninggal Akibat Malnutrisi, Bukan Sebab Penyakitnya
Dia menyarankan untuk memilih cara memasak yang lebih sehat dengan memanfaatkan kekayaan kuliner Nusantara yang beraneka ragam jenisnya.
"Kita bisa pilih asupan lemak yang tidak jenuh seperti ikan laut atau buat pepes dengan bumbu Indonesia yang tinggi antioksidan dan menangkal radikal bebas," saran dia.