Bambang mengaku hanya bisa pasrah dengan peristiwa bencana yang menimpa pemukimannya dan merugikan secara materil untuk dirinya.
"Ya mau gimana lagi,saya cuma bisa ikhlas saja," tuturnya.
Warga lainnya, Uning mengatakan imbas dari banjir bandang yang menerjang pemukimannya juga merendam dua motor serta barang-barang elektronik.
"Tidak sempat menyelamatkan barang berharga, semuanya terendam air banjir,"ungkap Uning.
Hal serupa juga dikatakan warga lainnya, Yulianto. Beruntung, orang tuanya yang berusia 80 tahun selamat saat kejadian banjir itu.
"Saat ini ibu saya shalat terdengar suara gemuruh. Setelah salam langsung naik ke lantai atas," bebernya.
Dia bersyukur ibunya masih selamat meski banyak barang-barang di rumahnya tidak bisa digunakan.
"Tingginya satu meter di sini sampai masuk rumah," katanya.
Surat-surat penting milik Yulianto juga terselamatkan karena lemari untuk menyimpan bisa mengapung.
Baca Juga:PNM Malang Berikan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor
"Namun barang-barang elektronik rusak semua," keluhnya.