Dalam seminggu, dirinya membeli air tiga kali untuk mencukupi kebutuhan.
"Kalau pas lagi ada anak pulang itu seminggu bisa beli air sampe tiga kali," ucapnya.
Tak jarang, ia rela menuruni bukit untuk mengambil air di sungai jika uangnya tidak mencukupi.
"Ya kalau sudah tidak ada uangnya mau tak mau harus ambil air di sungai. Turun kesana gendong air," paparnya.
Baca Juga:Efek Kemarau, Dataran Tinggi Dieng Alami Krisis Air
Sekali turun ke sungai, is mampu membawa air sebanyak 20 liter, bahkan lebih.
"Sehari kadang dua atau tiga kali, tergantung kebutuhan," ucapnya.
Tak heran jika bantuan air sangat dinanti oleh warga desa. Sayangnya, droping air tidak bisa diandalkan setiap hari lantaran BPBD keterbatasan armada sehingga harus bergantuan dengan wilayah lain.
Permasalahan air di Kabupaten Banjarnegara tidak hanya dialami oleh warga desa. Di wilayah kota dan instansi juga mengalami kelangkaan air lantaran PDAM hingga kini masih dalam perbaikan.
Kontributor : Citra Ningsih
Baca Juga:Waspada! 5 Kabupaten di Jatim Ini Sudah Keluarkan Status Tanggap Darurat