- PT Blue Bird Tbk meluncurkan sepuluh unit taksi listrik BYD E6 di Kota Semarang pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan Pemprov sedang mengkaji perluasan kendaraan listrik untuk moda Trans dan travel.
- Transisi energi bersih ini bertujuan menekan jejak karbon sekaligus mendukung penerapan konsep green economy di Jawa Tengah.
"Untuk charging, kami tidak merasa kesulitan. Penambahan fasilitas pengisian listrik cukup banyak, terutama di Semarang. Di pool kami juga bisa menyiapkan charging tambahan untuk kebutuhan armada," katanya.
Pemprov Bidik Trans dan Travel
Masuknya taksi listrik ke Semarang mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai kendaraan listrik dapat menjadi bagian dari transformasi transportasi menuju penggunaan energi yang lebih bersih.
Setelah mencoba langsung taksi listrik tersebut, Ahmad Luthfi menyebut kendaraan listrik menawarkan perjalanan yang lebih senyap dan tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung ketika digunakan.
Baca Juga:Mulai Kuliner UMKM hingga Konser KLa Project, Ini Rangkaian Seru HUT ke-81 Jateng
"Taksi listrik ini menjadi terobosan. Sangat nyaman, tidak ada suaranya, tidak ada polusi udara dan dapat menghemat penggunaan energi fosil," kata Ahmad Luthfi.
Namun, Pemprov Jateng tidak ingin elektrifikasi berhenti pada taksi. Pemerintah daerah mulai mengkaji penerapan kendaraan listrik untuk moda transportasi umum lainnya, termasuk Trans dan travel.
"Kami sedang mengkaji, termasuk untuk transportasi Trans, taksi maupun travel. Semuanya sedang dikaji oleh Dinas Perhubungan agar ke depan penggunaan energi yang lebih bersih bisa benar-benar dikedepankan," ujarnya.
Rencana tersebut menempatkan 10 taksi listrik di Semarang sebagai langkah awal, bukan tujuan akhir. Keberhasilan operasionalnya akan menjadi salah satu gambaran mengenai kesiapan Jateng memperluas penggunaan kendaraan listrik pada layanan transportasi yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Ahmad Luthfi mengatakan transformasi energi tersebut sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah yang mendorong konsep green economy. Pemerintah juga mulai mendorong pemanfaatan energi terbarukan pada fasilitas dan infrastruktur, termasuk panel surya di lingkungan perkantoran serta pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung.
Baca Juga:Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran