Jateng Diibaratkan Gadis Cantik, Exco PSSI Khairul Anwar Siap Maju Calonkan Diri Pimpin PSSI Jateng

Exco PSSI Khairul Anwar siap maju di bursa Asprov PSSI Jateng. Ia fokus benahi pembinaan usia muda, proteksi pemain, dan sediakan muara karier bagi talenta lokal.

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 06 September 2026 | 09:43 WIB
Jateng Diibaratkan Gadis Cantik, Exco PSSI Khairul Anwar Siap Maju Calonkan Diri Pimpin PSSI Jateng
Exco PSSI, Khairul Anwar bakal maju pemilihan Calon Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah. [Dok PSSI Jateng]
Baca 10 detik
  • Anggota Exco PSSI Khairul Anwar menyatakan siap maju dalam pemilihan kepengurusan Asprov PSSI Jawa Tengah.
  • Ia berencana membenahi sistem pembinaan usia muda agar tidak ada lagi pemain potensial yang berpindah ke daerah lain.
  • Ia mendorong klub profesional seperti Java United menjadi muara karier yang mewajibkan penggunaan pemain ber-KTP Jawa Tengah.

SuaraJawaTengah.id - Anggota Executive Committee (Exco) PSSI sekaligus Plt Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Khairul Anwar, menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa pemilihan kepengurusan Asprov PSSI Jawa Tengah.

Khairul mengaku ingin membawa perubahan terhadap tata kelola dan pembinaan sepak bola di Jawa Tengah.

Menurutnya, sebagai salah satu daerah dengan potensi pesepakbola muda yang besar, Jawa Tengah seharusnya memiliki sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berjenjang.

“Rencana mau maju. Kepengin benahi juga sepak bola Jawa Tengah. Masa di rumah sendiri kita ngurusin tim, PSSI pusat rumah sendiri enggak diurusin,” kata Khairul saat dihubungi pada Sabtu malam (5/9/2026).

Baca Juga:Mobil Tangki Berjalan dan Belasan Barcode: Modus Licik Mafia Subsidi Rugiikan Rp11 Miliar di Jateng

Meski demikian, Kairul masih menunggu proses dan dukungan dari para pemilik suara atau voter dalam pemilihan Asprov PSSI Jawa Tengah.

Ia menyebut tahapan yang akan dilakukan bukan sekadar mencari dukungan, melainkan membangun komunikasi dengan voter sekaligus menyerap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi klub dan stakeholder sepak bola di Jawa Tengah.

“Rencana ya mau, minta doa restunya saja. Bismillah,” ujarnya.

Khairul mengatakan dirinya akan melakukan silaturahmi dengan para voter untuk memaparkan gagasan sekaligus mendengarkan aspirasi dari bawah.

Menurut dia, banyak persoalan sepak bola di tingkat daerah yang perlu didengar secara langsung, terutama terkait pembinaan kelompok usia muda.

Baca Juga:Teka-teki Hilangnya Mozza: Kerangka Perempuan Ditemukan di Lereng Jalan Tol Jangli Semarang

“Kita silaturahmi ke voter, memaparkan program terus mendengarkan juga kehendak voter. Kita turun ke bawah hanya untuk mendengarkan aspirasi saja,” katanya.

Soroti Pembinaan U-13 hingga U-17

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Kairul adalah belum optimalnya sistem pembinaan pemain usia muda di Jawa Tengah.

Ia menilai kelompok usia seperti U-13, U-15, hingga U-17 membutuhkan program yang jelas dan berkesinambungan. Termasuk persoalan biaya pembinaan yang dinilai perlu mendapat perhatian.

“Program pembinaannya kelompok usia bagaimana U-13, U-15, U-17, bagaimana, ke mana-ke mana. Terus kenapa bayarnya kok mahal dan sebagainya. Ini bagian yang harus didengar,” ujarnya.

Menurut Khairul, Jawa Tengah memiliki modal besar berupa talenta-talenta muda yang diminati klub-klub dari berbagai daerah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu dipertahankan dan dikembangkan melalui sistem pembinaan di daerah sendiri.

Ia bahkan mengibaratkan Jawa Tengah sebagai “gadis cantik” yang banyak diminati karena memiliki banyak pemain muda potensial.

“Jawa Tengah ini ibaratnya gadis cantik. Banyak yang minat. Anak-anak dari Jawa Tengah, baik klub Liga 3, Liga 2, Liga 1, itu otomatis mereka cari bibit-bibit yang dari Jawa Tengah,” kata dia.

Persoalannya, menurut Kairul, sistem pembinaan yang dilakukan Asosiasi Kabupaten (Askab), Asosiasi Kota (Askot), hingga Asprov PSSI Jateng belum terstruktur dengan baik.

Akibatnya, tidak sedikit pemain muda potensial asal Jawa Tengah yang justru kemudian memperkuat daerah lain.

“Banyak anak-anak yang potensial tiba-tiba kok dia pakai keluar atas nama Jawa Barat, Jawa Timur atau daerah-daerah lain. Ini kan juga enggak boleh terjadi seperti itu,” tegasnya.

Tiga Hal yang Harus Diperkuat

Khairul menilai ada setidaknya tiga aspek yang harus dibenahi jika ingin membangun ekosistem sepak bola Jawa Tengah yang kuat, yakni pembinaan, perlindungan atau proteksi pemain, serta penyediaan muara kompetisi dan karier.

“Yang harus kita lakukan pertama pembinaannya, yang kedua proteksinya, yang ketiga yang terpenting programnya di Jawa Tengah goal-nya harus berjalan karena anak-anak ini butuh muara,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti hanya pada kompetisi kelompok umur. Pemain muda harus memiliki jalur yang jelas dari level paling bawah hingga ke level elite.

Sebab, tanpa adanya muara, pemain-pemain yang telah dibina di daerah berpotensi berpindah ke wilayah lain untuk mendapatkan kesempatan bermain dan jenjang karier.

“Anak-anak binaan Jawa Tengah mau di tingkat apa pun, kemudian di kelompok usia apa pun, muaranya berjenjangnya jelas, tidak ada yang putus,” katanya.

Karena itu, Khairul mendorong PSSI Jawa Tengah memiliki program pembinaan yang terintegrasi dari tingkat kabupaten/kota hingga klub profesional.

Dorong Klub Profesional Jadi Muara Talenta Jateng

Salah satu gagasan yang disampaikan Kairul adalah memperkuat keterhubungan antara pembinaan di level Askab/Askot dengan klub profesional yang berada di Jawa Tengah.

Ia mencontohkan pembicaraan mengenai klub Java United, yang sebelumnya dikenal sebagai Maluku United, untuk dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem sepak bola Jawa Tengah.

Menurut Khairul, kehadiran klub tersebut di Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi salah satu muara bagi pemain-pemain hasil pembinaan lokal.

“Makanya kita diskusi terkait dengan klub Maluku United yang sekarang jadi Jawa United. Tolong masuk Jawa Tengah supaya nanti muara pembinaannya enggak ke mana-mana,” katanya.

Kairul menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses yang telah dibangun. Bahkan, terdapat komitmen agar pemain yang masuk ke elite pro academy klub tersebut berasal dari Jawa Tengah.

“Saya pun juga komitmen dengan Java United ini dengan Pak David bahwa untuk Elite Pro Academy mereka tidak boleh ber-KTP luar Jawa Tengah. Ini bagian komitmen,” ujarnya.

Menurutnya, pola seperti itu perlu dibangun sejak awal sehingga pemain muda Jawa Tengah tidak hanya menjadi pemasok bagi klub-klub di daerah lain, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berkembang di daerah asalnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini