Tak Lagi Didominasi Tim Unggulan, Juara Baru Muncul di MilkLife Soccer Challenge Semarang 2026

Pendatang baru MI Pagersari-Patean dan SDN Kembangarum 2 keluar sebagai juara MilkLife Soccer Challenge Semarang 2026, menandai meratanya kekuatan sepak bola putri usia dini.

Budi Arista Romadhoni
Minggu, 06 September 2026 | 20:51 WIB
Tak Lagi Didominasi Tim Unggulan, Juara Baru Muncul di MilkLife Soccer Challenge Semarang 2026
Para juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 1 2026–2027.
Baca 10 detik
  • MI Pagersari-Patean menjuarai kategori usia 12 pada MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2026–2027 di Stadion Universitas Diponegoro.
  • SDN Kembangarum 2 Semarang berhasil mengamankan trofi juara kategori usia 10 setelah mengalahkan lawannya dengan skor 2-1 pada Minggu.
  • Ayra Kirana Mahestri dan Ammaora Kalani Putri meraih gelar Top Scorer dengan mencetak puluhan gol sepanjang turnamen berlangsung.

SuaraJawaTengah.id - Peta persaingan sepak bola putri usia dini mulai berubah. Tim-tim yang sebelumnya tidak banyak diperhitungkan justru mampu menembus papan atas dan merebut gelar juara pada MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 1 2026–2027.

Kejutan paling besar datang dari MI Pagersari-Patean, Kendal. Berstatus sebagai peserta baru, tim dari kawasan perbatasan Kendal-Temanggung itu justru keluar sebagai juara kategori usia 12 (KU 12) setelah menaklukkan SDN Karangsono 2 Mranggen di partai final di Stadion Universitas Diponegoro, Minggu (6/9/2026).

Sementara pada kategori usia 10 (KU 10), SDN Kembangarum 2 Semarang juga berhasil mengamankan trofi setelah mengalahkan SDN Brumbungan dengan skor 2-1.

Munculnya dua juara baru tersebut menjadi gambaran semakin meratanya kekuatan sepak bola putri di Semarang dan daerah sekitarnya. 

Baca Juga:Teka-teki Hilangnya Mozza: Kerangka Perempuan Ditemukan di Lereng Jalan Tol Jangli Semarang

Tidak hanya sekolah yang selama ini menjadi unggulan, tim-tim pendatang baru mulai mampu memberikan perlawanan hingga fase penentuan.

Final KU 12 bahkan berlangsung dramatis. 

MI Pagersari-Patean langsung tampil agresif sejak menit awal. Ammaora Kalani Putri atau Maora hanya membutuhkan dua menit untuk membuka keunggulan.

Seminit berselang, Maora kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol ketiganya pada menit ke-10 membuat MI Pagersari-Patean menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.

Namun, SDN Karangsono 2 Mranggen belum menyerah. Selepas turun minum, mereka bangkit dan memperkecil ketertinggalan melalui dua gol, salah satunya dicetak Soraya Alfi Anggraini pada menit ke-21.

Baca Juga:Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Tekanan demi tekanan terus diberikan hingga pertandingan berakhir. MI Pagersari-Patean akhirnya mempertahankan keunggulan 3-2 sekaligus mengunci gelar juara KU 12.

Gelar tersebut terasa semakin istimewa karena perjalanan MI Pagersari-Patean tidak mudah. Mereka terlebih dahulu menyingkirkan salah satu tim unggulan, SDN Klepu 03, pada semifinal.

Tak mengherankan jika MI Pagersari-Patean kemudian dinobatkan sebagai Kuda Hitam turnamen.

Pelatih MI Pagersari-Patean, Pranoto, mengatakan timnya datang sebagai peserta baru dengan membawa semangat dari daerah pegunungan.

“Di sini kami peserta baru. Kami berasal dari Kendal, perbatasan Temanggung, di bawah Gunung Sindoro dan Sumbing. Kami anak gunung. Namun, ini menjadi semangat kami dan Alhamdulillah mencapai gelar juara seri ini,” ujar Pranoto.

Kejutan juga terjadi di final KU 10. SDN Kembangarum 2 harus bekerja keras menghadapi SDN Brumbungan yang lebih dulu membuka keunggulan melalui Yumna Alishba Nazafarin pada menit ketiga.

Kembangarum 2 merespons cepat. Dua menit kemudian, Ayra Kirana Mahestri menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Memasuki babak kedua, tekanan Kembangarum 2 semakin kuat. Berbagai upaya dilakukan untuk membongkar pertahanan Brumbungan hingga akhirnya Rafifah Nabilah mencetak gol pada menit ke-21.

Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dan memastikan SDN Kembangarum 2 sebagai juara KU 10.

Di balik keberhasilan dua tim tersebut, muncul pula dua nama yang mencuri perhatian sepanjang turnamen: Ayra Kirana Mahestri dan Ammaora Kalani Putri.

Keduanya sama-sama menyabet gelar Top Scorer. Ayra mencetak 39 gol di KU 10, sedangkan Maora tampil lebih produktif dengan torehan 61 gol di KU 12.

Bagi Ayra, gelar tersebut merupakan buah dari latihan keras yang dijalaninya secara konsisten.

“Senang dan bangga menjadi Top Skor. Ini sesuai target saya. Seminggu saya berlatih enam kali. Capek tapi senang,” kata Ayra.

Pelatih Ayra, Misbah, mengatakan anak didiknya telah mengenal sepak bola sejak kelas dua sekolah dasar.

Selain memiliki kemampuan power shooting dengan kaki kiri, Ayra dinilai mempunyai visi permainan yang membuatnya mampu mengatur ritme serangan.

Sementara Maora bukan nama baru dalam MLSC. Striker MI Pagersari-Patean tersebut tercatat sudah dua kali direkrut menjadi bagian dari MLSC All Stars pada 2025 dan 2026.

Meski menjadi mesin gol timnya, Maora tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan SDN Karangsono 2 Mranggen di partai final.

“Saat tendangan bebas, performa mereka bagus dan kipernya juga andal,” ujar Maora.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menilai munculnya juara baru dan tingginya produktivitas gol menjadi tanda bahwa kompetisi sepak bola putri usia dini semakin kompetitif.

Menurut dia, MLSC Semarang Seri 1 2026–2027 menghadirkan banyak kejutan. Salah satunya terlihat dari munculnya pemain yang mampu mencetak puluhan gol dalam satu seri kompetisi.

“Gelaran di kota pembuka ini sudah sesuai dengan slogan kami, #BeraniCetakGol. Itu tujuan kami,” kata Jacksen.

Ia menegaskan kompetisi tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menemukan bibit-bibit sepak bola putri sejak usia dini.

“Rangkaian turnamen ini menjadi bukti komitmen kami bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia, yaitu melalui pencarian bibit-bibit baru sejak usia dini. Kami ingin menjangkau lebih banyak lagi putri-putri daerah,” ujarnya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, melihat munculnya juara dari Semarang, Kendal, hingga Demak sebagai sinyal positif bagi pemerataan ekosistem sepak bola putri.

Menurut dia, semakin banyak sekolah yang mampu bersaing menunjukkan bahwa kekuatan sepak bola putri tidak lagi bertumpu pada satu atau dua sekolah.

“Tidak hanya di lokal Semarang, tapi pemenang juga datang dari Kendal dan Demak sehingga ekosistemnya membaik lalu memunculkan talenta-talenta baru,” kata Welly.

Ia menilai persaingan yang semakin merata justru menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola putri.

“Ekosistem ditopang kekuatan para atlet yang makin merata. Tidak hanya dominan di satu tempat. Itu bagus karena sekolah-sekolah lain makin menggeliat dan semakin kompetitif,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Yudha Wijiyanto, turut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen khusus sepak bola putri tersebut.

Ia melihat adanya bakat-bakat besar yang bermunculan sejak babak penyisihan hingga final.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam melaksanakan pertandingan sepak bola khusus putri. Selanjutnya, saya harap lebih banyak lagi turnamen seperti ini di masa mendatang agar bibit-bibit atlet sepak bola putri banyak bermunculan,” ujar Yudha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini