Musim Hujan Mundur hingga Desember, 7 Kabupaten di Jateng Masih Awas Kekeringan

BMKG menetapkan 7 kabupaten di Jateng berstatus awas kekeringan karena awal musim hujan 2026/2027 mundur. Warga diminta waspada krisis air dan cuaca ekstrem.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB
Musim Hujan Mundur hingga Desember, 7 Kabupaten di Jateng Masih Awas Kekeringan
Ilustrasi musim pancaroba. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • BMKG menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah berstatus awas kekeringan pada Oktober 2026.
  • Awal musim hujan 2026/2027 di Jawa Tengah mengalami kemunduran hingga pertengahan Desember 2026.
  • Masyarakat diminta mengantisipasi kekurangan air bersih dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat transisi.

SuaraJawaTengah.id - Ancaman kekeringan meteorologis masih membayangi sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) meskipun masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan mulai berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh kabupaten berstatus awas kekeringan pada periode 11–20 Oktober 2026.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena awal musim hujan 2026/2027 diprakirakan mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal. Bahkan, sebagian wilayah pesisir utara Jawa Tengah, termasuk Jepara, Pati, dan Rembang, diprakirakan baru memasuki musim hujan pada pertengahan Desember 2026.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan, peralihan musim berlangsung secara bertahap dan tidak terjadi serentak di seluruh wilayah. Karena itu, potensi hujan yang mulai muncul belum dapat menjadi penanda bahwa musim hujan telah benar-benar dimulai.

Berdasarkan peta peringatan dini BMKG untuk Dasarian II Oktober 2026, tujuh kabupaten yang masih berstatus awas kekeringan meteorologis meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Jepara, Pati, Rembang, dan Wonogiri.

Baca Juga:Sebelum Proyek Giant Sea Wall Dimulai, Pemerintah Bersiap Tanam Mangrove Massal di Demak

“Status awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan dini kekeringan meteorologis,” kata Goeroeh dikutip dari ANTARA di Banyumas, Senin (12/10/2026).

Selain tujuh kabupaten tersebut, sejumlah daerah di Jawa Tengah masih berada dalam status siaga kekeringan. Wilayah itu meliputi Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, serta Kabupaten Purworejo, Magelang, Semarang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Demak, dan Kudus.

Sementara itu, Kota Semarang, Kabupaten Cilacap, Kebumen, Temanggung, dan Kendal masuk kategori waspada.

BMKG menyebut sejumlah wilayah lainnya tidak masuk kategori peringatan dini kekeringan meteorologis karena diprakirakan segera memasuki masa transisi menuju musim hujan pada periode tersebut.

Sebagian Wilayah Baru Diguyur Hujan pada Desember

Baca Juga:Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Kemunduran awal musim hujan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama di daerah yang masih menghadapi ancaman kekeringan. Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan 2026/2027 di Jawa Tengah berlangsung secara bertahap, terutama pada November hingga Desember 2026.

Sebagian wilayah diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada Dasarian I November atau awal November. Wilayah tersebut antara lain sebagian besar Kabupaten Wonosobo, bagian timur Banjarnegara, serta sebagian kecil Temanggung, Kebumen, Banyumas, Brebes, Pemalang, Purbalingga, dan Tegal.

Namun, kondisi berbeda diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Sebagian wilayah Jepara, Pati, dan Rembang, serta sebagian kecil Demak, diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Dasarian II Desember atau pertengahan Desember 2026.

Goeroeh menjelaskan, perbedaan waktu awal musim hujan dipengaruhi oleh kondisi iklim setempat. Akibatnya, peningkatan curah hujan di satu wilayah tidak selalu diikuti kondisi serupa di daerah lainnya.

BMKG juga memperkirakan awal musim hujan di seluruh zona musim di Jawa Tengah mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal berdasarkan periode klimatologis 1991–2020.

Warga Diminta Antisipasi Kekurangan Air

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak