- Kebakaran hutan seluas 230 hektare di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing ditangani pemerintah pada Selasa, 20 Oktober 2026.
- Petugas gabungan menghadapi kendala angin kencang saat melakukan pemadaman darat dan udara menggunakan dua helikopter TNI.
- Gubernur Jawa Tengah meminta kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran serta mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan pencegahan.
SuaraJawaTengah.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, telah berdampak pada sekitar 230 hektare kawasan hutan. Upaya pemadaman menghadapi kendala angin kencang dan kondisi cuaca yang menyulitkan operasi helikopter dari udara.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait terus mengintensifkan penanganan kebakaran di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo. Dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui udara yang akan dioperasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan kebakaran di Gunung Lawu telah ditingkatkan setelah Pemerintah Kabupaten Karanganyar menetapkan status tanggap darurat.
“Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB,” kata Luthfi seusai meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih di Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga:Bupati Klaten Diduga Terjaring OTT KPK, Gubernur Ahmad Luthfi: Saya Prihatin!
Menurut Luthfi, upaya pemadaman melalui udara atau water bombing telah dilakukan sebanyak dua sorti penerbangan. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan berupa angin kencang dan kondisi cuaca yang menyulitkan manuver helikopter.
Kendala tersebut membuat penanganan kebakaran membutuhkan dukungan berbagai metode pemadaman. Selain operasi udara, petugas gabungan melakukan pemadaman secara manual dan membuat sekat bakar untuk mencegah api menjalar ke kawasan hutan lainnya.
Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran di Gunung Lawu berdampak pada sekitar 230 hektare kawasan hutan di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Hingga Selasa (20/10/2026), luas kawasan yang terbakar masih dalam pendataan.
Sebanyak 152 pendaki dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan Gunung Sumbing sebagai bagian dari upaya penanganan dan perlindungan keselamatan di tengah kebakaran.
Baca Juga:BMKG: Prakirakan Cuaca Jawa Tengah Cerah Berawan, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
Luthfi menjelaskan, pemadaman di Gunung Sumbing untuk sementara dilakukan melalui jalur darat sembari menunggu dukungan operasi udara. Pelaksanaan penanganan tetap mempertimbangkan perkembangan kebakaran serta kondisi di lapangan.
Polisi Diminta Selidiki Penyebab Kebakaran
Di tengah upaya pemadaman di dua kawasan gunung tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meminta aparat kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan dalam peristiwa karhutla tersebut.
Luthfi mengaku telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah agar penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
“Kapolda juga saya koordinasikan dengan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada unsur kesengajaan di sana,” tegasnya.
Selain penanganan di lapangan, Luthfi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan hutan dan pegunungan. Menurutnya, pencegahan perlu menjadi perhatian bersama untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran.