- Stasiun Meteorologi Ahmad Yani memprakirakan cuaca Kota Semarang cerah berawan dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius pada Kamis, 22 Oktober 2026.
- BMKG menyatakan wilayah pegunungan barat dan tengah Jawa Tengah berpotensi hujan ringan serta mengingatkan ancaman kebakaran hutan.
- Tinggi gelombang laut di perairan selatan Jawa Tengah diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada hari tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Cuaca di Kota Semarang pada Kamis (22/10/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan pada pagi hingga siang hari, kemudian berawan pada sore hingga awal malam. Suhu udara diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius sehingga masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, suhu udara di Kota Semarang berkisar 27–35 derajat Celsius dengan kelembapan udara 40–75 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan di Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani pada pukul 05.00 WIB, kondisi cuaca Semarang terpantau cerah berawan. Suhu udara tercatat 26,2 derajat Celsius dengan kelembapan 80 persen dan angin dari arah selatan berkecepatan 3 kilometer per jam.
Perubahan kondisi cuaca sepanjang hari perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama saat suhu meningkat pada siang hari. Masyarakat disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari paparan matahari, serta mengurangi aktivitas fisik berat ketika cuaca terasa panas.
Baca Juga:BMKG Peringatkan Potensi Karhutla di Jateng, Suhu Semarang Bisa Capai 37 Derajat
Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
Untuk wilayah Jawa Tengah secara umum, cuaca pada pagi hingga siang hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Pada sore hingga awal malam, sebagian besar wilayah diprakirakan berawan.
Meski demikian, daerah pegunungan di bagian barat dan tengah Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan ringan. Masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut perlu memperhatikan perubahan cuaca, terutama saat melakukan perjalanan.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi musim kemarau. Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.
Gelombang Laut Selatan Jateng Capai 2,5 Meter
Baca Juga:244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan
Selain kondisi cuaca daratan, masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan juga perlu memperhatikan kondisi gelombang laut.
Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani Semarang, tinggi gelombang di perairan utara Jawa Tengah berkisar 0,1–1,25 meter. Sementara itu, gelombang di perairan selatan Jawa Tengah diperkirakan mencapai 1,25–2,5 meter.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut, khususnya di wilayah perairan selatan Jawa Tengah.
Masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi terkini.