- BMKG menetapkan status Waspada kekeringan meteorologis di 20 daerah Jawa Tengah pada 21–31 Oktober 2026.
- Purworejo mencatat hari tanpa hujan terpanjang di Jawa Tengah mencapai 172 hari berdasarkan pemantauan BMKG.
- Sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprakirakan mengalami curah hujan rendah pada dasarian ketiga Oktober 2026.
Peluang curah hujan kategori menengah, yakni 51–150 milimeter per dasarian, diprakirakan terdapat di kawasan Pegunungan Slamet hingga Dieng dan sekitarnya.
Menurut Goeroeh, prediksi probabilistik curah hujan untuk periode 21–31 Oktober juga menunjukkan hampir seluruh wilayah Jawa Tengah berpeluang menerima curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian, kecuali kawasan pegunungan tersebut.
Memasuki dasarian pertama dan kedua November 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah. Namun, sejumlah wilayah berpotensi menerima curah hujan tinggi, sekitar 151–200 milimeter per dasarian.
Wilayah yang berpeluang mengalami curah hujan tinggi pada periode tersebut antara lain bagian utara Banyumas dan Purbalingga serta bagian selatan Batang.
Baca Juga:Cuaca Semarang Panas Menyengat, Suhu Udara Diprakirakan Tembus 37 Derajat Celsius
Peluang hujan tinggi diprakirakan meluas pada dasarian ketiga November, dengan curah hujan sekitar 151–300 milimeter per dasarian di sebagian besar Purbalingga, Banjarnegara, bagian utara Banyumas, dan sejumlah wilayah lainnya.
Meski demikian, peningkatan peluang hujan pada November tidak serta-merta menandakan kekeringan akan langsung berakhir. Kondisi tersebut tetap bergantung pada realisasi hujan di masing-masing wilayah dan perkembangan pemantauan BMKG.
Masyarakat di daerah yang masih mengalami hari tanpa hujan panjang diimbau tetap memperhatikan ketersediaan air bersih serta mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini kekeringan dari BMKG dan pemerintah daerah.