SuaraJawaTengah.id - Ratusan pengacara yang tergabung dalam Advokat Bela Keadilan (Abeka) Jawa Tengah mendeklarasikan 'Advokat 102 Bela Keadilan' yang mendukung paslon capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, di Hotel Grasia Semarang, Jumat (15/3/2019).
Ketua Abeka Jawa Tengah Budi Kiyatno menyatakan dasar deklarasi dukungan tersebut didorong karena jengah dan muak dengan keadaan penegakan hukum oleh rezim penguasa yang timpang.
"Kami advokat jengah dan muak kondisi rezim yang amburadul dalam penegakan hukum, ini adalah ikhtiar politik dari rekan-rekan advokat Jateng," ucap Budi Kiyatno disela deklarasi.
Ikhtiar politik itu, ujar Budi, sebagai bentuk perjuangan dalam menegakan supremasi hukum. Dia juga berseloroh bahwasanya ikhtiar politik berbeda dengan perjuangan politik.
"Kami ikhtiar politik bukan perjuangan politik, kalau namanya perjuangan itu identik dengan menjual aset," selorohnya.
Dia mengapresiasi para advokat yang berani memberi dukungan seperjuangan dengan paslon Prabowo-Sandiaga. Advokat yang ikut deklarasi dikatakannya advokat yang berani dan punya nyali.
"Mengumpulkan advokat itu susah sekali, tapi ini ide deklarasi baru tiga hari lalu dicetuskan malah berkumpul 150 advokat. Biasanya kalau gak ada duitnya gak pada mau (datang), ini malah mau, ini patungan, mereka adalah yang berani dan bernyali," tandasnya.
Secara harfiah dia menyebut arti '102' dimaknai angka 1 adalah satu kesatuan, dan angka 02 artinya mendukung paslon nomor 02.
"Artinya kita bersatu untuk 02, Prabowo-Sandi jika jadi presiden maka hukum akan tegak setegak-tegaknya," katanya.
Baca Juga: Hasil Drawing Perempatfinal Liga Champions: Man United Jumpa Barcelona!
Sementara, anggota BPN Jateng yang juga mantan Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih, menyebut deklarasi Advokat dukung 02 bukan hal main-main. Sebagai langkah berjuang berani berhadapan dengan penguasa.
"Malaikat menyaksikan, Allah mencatat perjuangan kalian. Ini menjadi bagian penting dalam berjuang yang berani memutuskan berhadapan dengan penguasa. Tentu dengan segala resiko," katanya.
Dukungan advokat Jateng menurutnya juga sebagai 'hijrah' seperti yang dia lakukan tatkala masih menjadi kader PDI Perjuangan. Lalu berpindah berjuang bersama oposisi.
"Hijrah itu kaitannya dengan akal sehat, kalau saya dikatakan hijrah yang lihat hanya kasat mata saja, tapi bagi saya secara substansi juga dalam mendukung dan memperjuangkan. Punya nyali dan melawan kezaliman hukum oleh rezim," katanya.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
-
Amien Rais: Bila Jokowi Terbukti Curang, Kita Geruduk KPU dan Presidennya
-
Running Text Ajakan Pilih Prabowo-Sandiaga Hebohkan Puskesmas Srondol
-
TKN Curigai Nama Prabowo-Sandiaga Tak Disebut AHY karena Ini
-
Suara Jokowi Ungguli Prabowo, PDIP: Pemimpin Pintar Retorika Tak Laku
-
Kunjungi Gresik, Prabowo Bersumpah Gunakan Jabatan Untuk Rakyat Indonesia
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School
-
Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi