SuaraJawaTengah.id - Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang juga Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany akan memberikan hasil rekomendasi Rakernas APEKSI ke XIV tahun 2019 kepada Presiden Joko Widodo.
Ada empat rekomendasi yang akan dibahas yakni terkait dana bagi hasil sektor pajak kendaran, sumber keuangan tenaga sukarela (honorer) P3K, dana kelurahan, serta implementasi online single submission (OSS).
Dalam forum tersebut juga akan disampaikan sumber keuangan beban gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang dirasa memberatkan, jika harus dibebankan ke APBD.
"Pertama yang kita sampaikan pada saat bertemu pak presiden adalah bagaimana ada tentang penyelesaian Kategori 2, Alhamdulilah dengan P3K ini bisa diselesaikan, karena UU menyeruh agar ada tes, maka harus diadakan tes untuk menyelesaikan sisa dari Kategori 2 itu," kata Airin disela Raker Komisariat Wilyah III Apeksi, di Hotel Po Semarang, Jumat (29/3/2019).
Kedua, akan disampaikan tentang dana kelurahan, dimana sudah berhasil diputuskan pemerintah sebesar Rp 350 juta, dan sudah dimanfaatkan peruntukannya kepada masing-masing kelurahan di pemerintahan kota masing-masing.
"Kami terimakasih dana kelurahan sudah berhasil mencapai Rp 350 juta, kita berharap bisa ditingkatkan lagi," kata Airin.
Selain itu, Airin bersama Apeksi juga akan menyinggung untuk mendapat kepastian terkait hal dana insentif daerah tentang kenaikan gaji ASN termasuk gaji kepala daerah.
"Tentang kenaikan gaji ASN dan tentunya juga kepala daerah, tetapi pada intinya kami tetap akan menjalankan tugas dan kewajiban kami terlepas itu apakah akan dinaikan atau tidak," ujarnya.
Airin juga mengemukakan jika soal kenaikan gaji kepala daerah sekadar lebih pada kepastian saja, buka hal keinginan tuntutan yang mutlak. Bahwa selain diberikan amanah di satu sisi ada tanggung jawab dan lainnya.
Baca Juga: Gading Marten Tepergok Nyanyi Bareng Cewek Cantik, Pacar Baru?
"Sehingga mudah mudahan ada profesionalitas yang lebih baik lagi dan itu hal yang sangat manusiawi karena kita juga sama pasti pengin naik gaji juga," tuturnya.
Soal kenaikan gaji tersebut, Airin menyebut berlaku bagi semua ASN di pemerintahan daerah bukan hanya naiknya gaji kepala daerah saja.
"Pemeirntahan daerah itu ada kepala daerah, seluruh jajarannya baik pejabat lingkungan eselon 2, 3, 4 dan staf dengan tenaga sukarela atau tenaga P3K, plus dengan DPRD nya, jadi satu kesatuan," bebernya.
"Jadi jangan salah dipahami, bukan wali kota dan Airin minta naik gaji, nanti kami dibully lagi karena minta gaji naik," kata Airin.
Pihaknya juga menegaskan, jika usulan kepastian gaji kepala daerah tidak dinaikkan, para kepala daerah tetap akan bekerja maksimal sesuai tanggungjawabnya.
"Tidak dinaikan gaji terus tak maksimal, enggak juga. Pertanggungjawabannya bukan pada persolan gaji naik atau tidak tapi pertanggungjawaban pada masyarakat yang memilih kita dan kepada Tuhan," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pusingnya Para Wali Kota Hadapi Tukang Ojek Online, Simak Curhatnya
-
Prabowo Mau Gaji Kepala Daerah Besar, Rp 8 Juta Sebulan Terlalu Kecil
-
Di Kalangan Pejabat dan Pengusaha, Wawan dijuluki Panglima
-
Sosok Artis yang Ngamar dengan Suami Wali Kota Cantik Airin Akan Diungkap
-
Siapa Artis yang Ngamar dengan Suami Wali Kota Cantik Airin?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BRI Permudah Investasi Emas, Fitur Toggle BRImo Mulai dari Rp10.000
-
Ketegangan di Semarang: Mahasiswa Bakar Jelangkung dan Ban, Desak Reformasi Pemerintahan Prabowo
-
Jambore HR 2026, Mengedepankan Fun Learning melalui Experience Based Program
-
Jual-Beli Jabatan Terbongkar, Sudewo Didakwa Raup Rp2,4 Miliar dari Seleksi Perangkat Desa
-
Mahasiswa KKN UNDIP Tanamkan Kreativitas, Literasi Digital, dan Peduli Lingkungan di SDN Padangsari