SuaraJawaTengah.id - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga mendrikan Posko Pengaduan Pelanggaran dan Kecurangan Pilpres 2019 di Jawa Tengah, Sabtu (27/4/2019). Posko tersebut diluncurkan setelah BPN mengklaim dapat laporan banyaknya terjadi kecurangan pada Pemilu yang berlangsung 17 April 2019 lalu.
Anggota BPN Jateng, Iskandar menuturkan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan relawan ada 890 TPS di Jateng terjadi kecurangan saat pencoblosan. Kecurangan kata dia, juga terjadi saat rekapitulasi penghitungan suara.
"Tim advokasi akan menindaklanjuti kecurangan tersebut. Ada indikasi kecurangan tampak nyata, banyak komplain di kalangan masyarakat. Kita harus merespon dengan satu pintu yaitu Posko Pengaduan," kata Iskandar saat launching posko, di Sekretariat Relawan Prabowo-Sandi (PADI) Semarang.
Iskandar menjelaskan, Posko Pengaduan akan dijalankan para relawan advokat yang tergabung dalam Advokat Bela Keadilan (Abeka) Jawa Tengah, beserta relawan yang tersebar di pelosok Jateng.
Tim advokasi Abeka kata dia, akan menginventarisasi pelanggaran yang nampak dan sudah dilakukan. Beberapa diantaranya seperti dugaan keterlibatan KPPS ikut mencobloskan surat suara dan pemasangan C1 Plano rekap suara yang tidak diumumkan tempel.
"KPPS harus menunjukan C1 Plano ke publik, tapi mayoritas tidak memasang di TPS dan di PPS. Sudah jelas ini ada sanksi pidananya," ujarnya.
Anggota Abeka Jateng Listyani menambahkan, beberapa pelaporan pelanggaran dan kecurangan diterima pihaknya seperti ada jumlah surat suara tidak cocok hingga jumlah pemilih tidak sesuai dengan DPT.
"Rekapitulasi suara tidak sesuai dengan jumlah pemilih, ada penggelembungan suara juga terjadi di beberapa daerah. Kami akan langsung menindaklanjuti," kata dia.
Listyani kemudian berharap dengan adanya Posko Pengaduan Kecurangan membuat masyarakat tidak takut untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran dan kecurangan selama proses Pilpres 2019 berlangsung.
Baca Juga: BPN: Prabowo Menang pun Kami Ungkap Kecurangan Pemilu
"Apapun yang menandai potensi kecurangan saya harap publik di Jateng tidak ragu melaporkan, saya pastikan tim advokasi akan memback up," kata dia.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
-
Kubu Prabowo Usul Masa Jabatan Presiden 7 Tahun, TKN: Berlebihan!
-
Keok di Tanah Kelahiran, Ma'ruf: Bukan Kalah tapi Belum Menang
-
Data Real Count 100 % KPU di Bengkulu: Prabowo Menang Tipis dari Jokowi
-
PSU di TPS 8 Winong: Prabowo Cuma Dapat 1 Suara, Selebihnya Diraup Jokowi
-
Pencoblosan Ulang di Surabaya, Jokowi Menang Telak dari Prabowo
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet
-
Perkuat Daya Saing, Tiga Tim Inovasi Semen Gresik Bertarung di APQO International Conference 2026
-
Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia
-
Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
-
Laba BRI Capai Rp31,2 Triliun, Buyback Saham Berlanjut