Gubernur Ganjar Pranowo Temui Warga Korban Penggusuran Tambalorok di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (12/5/2019). [Suara.com/Adam Iyasa]
"Warga juga punya hak tempat tinggal. Setelah ini jadi nanti mau apa, tapi bentuknya bukan rusunawa. Sambil berjalan, perasaan mereka tenang dan nyaman dulu, bekerja dengan baik, nanti kita akan mengatur kedepannya. Ini soal komunikasi saja yang kurang baik di Tambakrejo," jelasnya.
"Saya akan uplod juga di medsos, ini bagus sekali keputusannya, saya pimpin sendiri saya saksikan sendiri. Ada Komnas HAM juga mau datang malah hari Minggu," ujarnya.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
-
Periksa Ganjar Pranowo, KPK Masih Telisik Anggaran Proyek e-KTP
-
Ganjar Pranowo dan Bupati Morowali Utara Dipanggil KPK Terkait Kasus e-KTP
-
Sebanyak 97 Rumah di Kanal Banjir Timur Semarang Digusur
-
Masih Ingat Masjid yang Tolak Prabowo di Semarang? Ternyata Ini Sejarahnya
-
Produksi Kurang, Ganjar Setuju Bawang Putih Impor Masuk Jateng
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris