Scroll untuk membaca artikel
Agung Sandy Lesmana
Selasa, 14 Mei 2019 | 15:41 WIB
Kakek Suroso, pegadang yang menjadi korban penipuan uang palsu. (Suara.com/Ari Purnomo)

SuaraJawaTengah.id - Entah apa yang ada dibenak sang penipu saat melihat tubuh renta, Suroso. Pasalnya, bukan merasa kasihan, tetapi justru menipu menggunakan uang palsu.

Jumlahnya pun tidak sedikit tetapi mencapai Rp 400 ribu. Padahal, Suroso hanyalah pedagang kelontong yang biasa membuka lapaknya di pinggir jalan Ir Juanda, Pucangsawit, Jebres, Solo Jawa Tengah.

Kasus penipuan itu terjadi Selasa (14/5/2019) pagi sekira pukul 05.00 WIB. Seperti biasa, kakek 83 tahun itu membuka lapaknya pukul 05.00 WIB. Lapak yang berbentuk gerobak itu didorongnya dari rumah di Pucangsawit RT 6, RW 10, Jebres sampai ke Jalan Ir. Juanda. Jaraknya lebih kurang 150 meter.

Di gerobak tersebut ada berbagai jenis barang dagangan. Ada rokok, air mineral, korek, mi instan, permen, tisu dan juga beberapa barang lainnya. Beberapa saat setelah membuka lapaknya, tiba-tiba Suroso didatangi oleh seorang pemuda. Suroso memperkirakan usia pemuda tersebut 25 tahun.

Baca Juga: Pengedar Uang Palsu Lintas Provinsi, Ditangkap Saat Beraksi

Kakek Suroso, pegadang yang menjadi korban penipuan uang palsu. (Suara.com/Ari Purnomo)

"Dia naik mobil warna gelap. Dua orang, satu berada di dalam adalah perempuan. Usianya kira-kira 25 tahun," terang Suroso kepada Suara.com.

Pemuda yang datang dengan mobil berplat AA itu kemudian memesan sejumlah rokok. Totalnya ada 14 bungkus. Di antaranya, Malboro, Sampoerna, Dunhil dan Djarum Super. Setelah dihitung Suroso, total uang yang harus dibayar sebanyak Rp 240 ribu.

Pemuda tersebut kemudian memberikan uang sebesar Rp 300 ribu dengan pecahan Rp 100 ribu kepada Suroso.

Kakek Suroso, pegadang yang menjadi korban penipuan uang palsu. (Suara.com/Ari Purnomo)

"Lalu saya memberikan kembalian Rp 60 ribu. Selain membeli rokok, dia juga menukar uang Rp 100 ribu ke saya dengan Rp 50 ribuan dua," ucap kakek itu.

Meski sempat menaruh curiga, tetapi Suroso oun tidak melakukan apa-apa. Dirinya hanya menerima uang palsu itu begitu saja. Tetapi, setelah pembeli tersebut pergi barulah diketahui bahwa uang Rp 400 yang diterimanya adalah uang palsu.

Baca Juga: April Mop, Bank Indonesia: Jangan Sampai Tertipu Uang Palsu

"Sebenarnya saya sudah punya firasat, kalau pembeli membeli dalam jumlah yang banyak dan beberapa jenis pasti ada apa-apa," katanya.

Dan setelah dibandingkan dengan uang asli, terdapat sejumlah perbedaan. Kejadian ini pun kemudian diunggah ke Facebook oleh salah seorang pedagang buah yang ada berjualan di dekat Suroso. Akhirnya, kasus ini pun ditangani oleh pihak kepolisian Polsek Jebres.

"Kalau uang palsu seperti ini saya sudah tiga kali ini. Dulu pernah Rp 200 ribi, lalu Rp 50an ribu dua. Selain uang, istri saya Parjinem juga pernah diambil perhiasannya. Seperti kalung, gelang dan cincin," imbuhnya.

Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sudah menerima laporan adanya uang palsu. Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan terhadap uang yang diterima oleh Suroso.

"Dilihat secara kasat mata sudah terlihat. Warnanya agak luntur, kemudian lambang BI nya juga berbeda," katanya.

Kontributor : Ari Purnomo

Load More