Scroll untuk membaca artikel
Dwi Bowo Raharjo
Senin, 15 Juli 2019 | 06:17 WIB
Kapal pengangkut peti kemas atau containership berbendera Panama bernama MV Soul of Luck menabrak container crane mengalami kecelakaan di dermaga pelabuhan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (14/7/2019) sore. (Foto dok. pribadi/Istimewa)

SuaraJawaTengah.id - Kecelakaan terjadi di dermaga pelabuhan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (14/7/2019) sore. Sebuah kapal pengangkut peti kemas atau containership berbendera Panama bernama MV Soul of Luck menabrak container crane saat manuver sandar.

Akibatnya, satu dari tiga container crane berwarna kuning yang ada di TPKS Tanjung Mas roboh diterjang dan menimpa beberapa truk container yang ada di bawahnya.

Dalam video rekaman yang beredar di media sosial sekitar pukul 17.15 WIB, kapal peti kemas tersebut terlihat hilang kendali saat akan sandar.

"Ora iso kae, ora iso, nabrak kae, ora iso (tidak bisa itu, tidak bisa, nabrak itu, tidak bisa), Allahu Akbar, Allahu Akbar, Ya Allah" suara dalam video saat detik-detik kapal menabrak crane container.

Baca Juga: Komisi V: Negara Bisa Rugi Jika Sengketa Pelabuhan Marunda Tak Diselesaikan

Dalam video tersebut, terlihat sebelum kapal menabrak container crane, MV Soul of Luck terlebih dahulu menabrak sebuah kapal tag boat Ceria 8 yang sedang bersandar. Benturan keras terdengar jelas saat kapal besar tersebut mulai menghimpit kapal penarik (tag boat).

Kapal MV Soul of Luck terhenti saat sebuah kapal tanker didepannya ikut tertabrak.

Beberapa orang dalam video tersebut berteriak memperingatkan para supir dan pegawai TPKS yang ada di sekitar lokasi crane container yang dihantam kapal.

"Awas woy ojo neng ngisor kono, mlayu woy awas, (awas jangan di bawah situ, lari, awas)" begitu suara dalam video.

Diketahui kapal peti kemas penabrak milik Agen PT Layar Sentosa. Sementara beberapa truk ringsek bagian peti kemasnya akibat tertimpa besi crane container.

Baca Juga: Agar Berkembang, BUMN Harus Dilibatkan Jadi Operator Pelabuhan Patimban

Kapal pengangkut peti kemas atau containership berbendera Panama bernama MV Soul of Luck menabrak container crane mengalami kecelakaan di dermaga pelabuhan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (14/7/2019) sore. (Foto dok. pribadi/Istimewa)

Diduga Tali Assist MV Soul of Luck Putus

Pihak PT Pelindo III selaku pengelola Pelabuhan Tanjung Mas Semarang melakukan sterilisasi pasca insiden kecelakaan kapal peti kemas MV Soul of Luck yang menghantam container crane TPKS.

Insiden tersebut mengakibatkan 1 (satu) unit container crane (CC) di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) roboh. Satu CC yang kini rusak yaitu CC nomor 3 yang berada di posisi paling ujung di dermaga.

"Sesaat setelah kejadian segera dilakukan pengamanan area kejadian radius beberapa meter tim tanggap darurat saat ini melakuk evakuasi," kata VP Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata, saat dikonfirmasi.

Pihaknya menyebut jika insiden tersebut tidak memakan korban jiwa atau luka berat. Padahal besi container crane tampak dahsyat menimpa beberapa truk container yang ada di bawahnya.

"Tidak ada kecelakaan kerja baik meninggal atau luka berat dalam peristiwa ini karena Pelindo III menerapkan standart safety yang tinggi
untuk seluruh terminalnya termasuk Terminal Peti Kemas Semarang," kata Aji.

Namun informasi yang beredar di lapangan terdapat satu orang korban luka ringan seorang operator head truk, dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang.

"Hanya ada korban luka ringan satu orang yaitu operator head truk yang langsung dibawa ke rumah sakit Panti Wilasa Citarum," ujar Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid.

Terkait penyebab insiden, Pelindo III masih melakukan investigasi di lapangan dan melakukan pemeriksaan terhadap Kapten Kapal MV Soul of Luck.

"Kami masih melakukan investigasi. Pelindo III akan berupaya untuk mengatasi insiden dengan cepat dan risiko yang terjadi dapat terkelola dengan baik," tuturnya.

Pihaknya mengklaim seluruh proses evakuasi berjalan lancar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan kontigensi plan. Mengenai crane yang rusak, sudah melalui jaminan asuransi.

"Evakuasi lancar, operasional bongkar muat di dermaga diharapkan kembali berjalan normal, sehingga TPKS tetap bisa melayani para pengguna jasa logistik, mengingat pentingnya TPKS sebagai gerbang ekspor impor utama para pengusaha di kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya," terangnya.

Dugaan sementara, dari informasi di lapangan jika kapal berbendera Panama berbobot mati 21.519 ton dan panjang 160 meter, diduga akibat tali assist tug putus.

"Sepertinya tali assist tug boat yang menuntun kapal putus. Sehingga kapal menjadi tidak terkendali kemudian menabrak struktur crane dan berhenti setelah menabrak KM Ceria 8," tutur petugas di lapangan yang enggan disebut namanya.

Kontributor : Adam Iyasa

Load More