SuaraJawaTengah.id - Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) yang berisikan para karyawan yang bekerja di Kilang Minyak Pertamina Cilacap menolak rencana penunjukkan bekas narapidana untuk menjadi dewan direksi dan komisaris Pertamina oleh Kementerian BUMN.
Kabid Infokom SPP PWK Bimada Gurit P mengatakan, serikat pekerja secara tegas menolak perorangan yang masuk jajaran direksi bermasalah secara attitude, dan latar belakang yang tidak sesuai dengan kebutuhan dalam jajaran direksi/komisaris Pertamina.
"Kami serikat pekerja menolak tegas siapapun calon Direksi/Komisaris yang memiliki track record buruk, yang masih tersangkut kasus korupsi, serta para calon yang secara hukum pernah pernah berstatus sebagai narapidana," kata Bimada.
Sikap penolakan tersebut menurut Bimada, semata-mata didasari pada tuntutan profesionalisme, berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No.PER-03/MBU/02/2015, yang diantaranya berbunyi harus mempunyai kepemimpinan yang berperilaku baik.
"Sekali lagi kita tegaskan, bahwa Serikat Pekerja Pertamina adalah organisasi yang independen, profesional dan tidak berafiliasi pada kelompok dan kepentingan tertentu. Kita hanya tunduk pada AD/ART organisasi," jelasnya.
Ketika disinggung mengenai polemik yang beredar mengenai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang disebut akan mengisi jajaran petinggi BUMN Pertamina, Sekjen SPP PWK, Dwi Jatmoko dengan tegas menolak untuk dikaitkan dengan itu.
"Kita bisa lihat rekam jejak dijital yang ada. Kita selalu kritis dalam proses pemilihan jajaran Direksi/Komisaris dari tahun ke tahun. Sejak jaman ketika Elia Massa Manik, atau Dwi Soetjipto, lalu Bu Nicke yang sekarang. Kita yang termasuk dalam federasi serikat pekerja selalu ada kritisi. Artinya lagi-lagi kita tidak ngomong personal. Yang kami inginkan adalah orang yang memimpin kami adalah yang berkomitmen dan berintegritas," katanya.
Ia juga menampik, isu yang beredar di masyarakat yang mengaitkan dengan isu SARA. Ia menyebutkan ini semata-mata adalah profesionalitas yang harus dijaga.
Kontributor : Anang Firmansyah
Baca Juga: Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Gun Romli: Sudah Terpapar Radikalisme
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Bukan LCGC! Ini 3 MPV Bekas Rp80 Jutaan Paling Nyaman dan Irit BBM, Dijamin Senyap di Tol
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo