BPCB disebutnya pernah mendata lahan di tahun 1980-an dan menemukan, tanah milih Direktorat Kepurbakalaan ternyata banyak yang tumpang tindih kepemilikannya dengan warga yang juga memiliki sertifikat atas tanah tersebut.
Ia menilai, tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah membuat masyarakat kian gencar membuka lahan untuk pemukiman maupun pertanian.
Karena itu wajar jika banyak situs terkubur di permukiman maupun lahan pertanian warga. Ia mencontohkan situs Watu Kelir, komplek Candi Magersari, Candi X, Candi U, dan puluhan candi yang tergusur untuk pembangunan jalan lingkar Dieng.
Ketua Umum Yayasan Sahabat Muda Indonesia sekaligus Pembina Komunitas Cagar Budaya Banjarnegara mengatakan, peran serta pemerintah dan kesadaran masyarakat akan pelestarian cagar budaya di Dieng harus ditingkatkan. Jika kondisi ini dibiarkan dan luput dari perhartian, bukan tidak mungkin beberapa situs yang masih tersisa akan ikut hilang. Dieng menurut dia bukan hanya merupakan aset nasional, namun juga memenuhi prasyarat sebagai warisan dunia.
Kontributor : Khoirul
Berita Terkait
-
Petani Temukan Arca Ganesha Terbesar di Dieng
-
Minta Dicukur Jokowi, Farida Bocah Rambut Gimbal di Dieng Ini Viral
-
Farida, Anak Rambut Gimbal di Dieng yang Ingin Dicukur Jokowi
-
Viral! Bocah Rambut Gimbal dari Dieng Hanya Mau Dicukur oleh Jokowi
-
Kawasan Dataran Tinggi Dieng Banjir Viral di Medsos, Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Jangkau 27 Pulau Lewat Teras Kapal, Perkuat Inklusi Keuangan Nasional
-
BRI Pimpin Penyaluran Kredit Program Perumahan Nasional dengan Realisasi Rp9,21 Triliun
-
Ahmad Luthfi Soroti Kekerasan Seksual di Demak, Tekankan Pentingnya Pencegahan
-
Ahmad Luthfi Realokasi Rp200 Miliar untuk Percepat Perbaikan Jalan Rusak di Jateng
-
Krisis Ladang Tani hingga Demam AI Global Jadi Biang Kerok Inflasi Jawa Tengah Mei 2026