SuaraJawaTengah.id - Cara mengajukan keringanan kredit di bank relatif mudah, hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun Twitter miliknya. Ya, Ganjar Pranowo mengajak warganya yang terdampak virus corona mengajukan keringanan kredit atau restrukturisasi kredit. Sehingga bisa mengurangi beban warga di tengah pandemi virus corona.
Melalui akun Twitter miliknya @ganjarpranowo, Ganjar mengatakan cara pengajuan keringanan kredit cukup mudah. Warga cukup menghubungi bank melalui telepon atau secara online.
"Jadi panjenengan tidak perlu bertatap muka langsung untuk menghindari kontak fisik," kata Ganjar seperti dikutip Suara.com, Rabu (8/4/2020).
Untuk beberapa bank yang belum menyediakan layanan online, warga bisa langsung mendatangi bank. Ganjar mengingatkan agar warganya selalu mengenakan masker saat keluar rumah.
Dalam melakukan pengajuan keringanan kredit, warga cukup menyampaikan maksud tujuan untuk meminta keringanan bank. Nantinya bank akan melakukan penilaian terhadap nasabah, apakah masuk dalam kategori berat, sedang ataupun ringan.
Setelah itu, pihak bank akan menentukan bentuk keringanan yang diberikan kepada nasabah merujuk pada hasil penilaian.
"Mungkin penundaan pembayaran selama beberapa bulan atau tetap membayar tapi jumlah angsurannya dikurangi," ungkap Ganjar.
Dari data yang diperoleh per 3 April 2020 ada 47.663 kreditur dengan total kredit Rp 11,03 triliun yang terdampak corona. Adapun jumlah kreditur yang sudah mengajukan keringanan kredit hingga Senin sudah ada 10.049 debitur dengan total kredit Rp 3,7 triliun.
Ganjar mengimbau kepada warganya untuk memanfaatkan kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut guna meringankan beban ekonomi. Kebijakan ini juga dapat dimanfaatkan khususnya untuk warga yang usahanya macet bahkan berhenti total selama pandemi corona.
Baca Juga: Dampak Corona, Belasan Ribu Pekerja di Bantul Kehilangan Pekerjaan
"Bapak ibu monggo manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya," tuturnya.
Berita Terkait
-
Ragunan Cegah Corona, Kandang Rutin Dibersihkan dan Satwa Diperiksa Dokter
-
Lelaki Mendadak Terkapar Meninggal di Jalan, Jasad Dievakuasi Tim Pakai APD
-
Menkominfo Klaim Aplikasi Peduli Lindungi Bisa Pantau Orang Kena Corona
-
Lima Olimpian Pertaruhkan Nyawa, Perangi Pandemi Corona di Garda Terdepan
-
Wakil Bupati Sumenep Dilarikan ke UGD, Pingsan saat Wabah Corona
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah