SuaraJawaTengah.id - Sampai meninggal, Didi Kempot terus berkarya. Bahkan Maestro campursari ini sempat membuat lagu berjudul Ojo Mudik (Jangan Mudik) sebelum meninggal dunia. Didi Kempot meninggal dunia pukul 07.45 di Solo, Selasa pagi.
Video klip lagu yang mendorong orang-orang untuk tidak mudik selama pandemik virus corona itu diunggah di YouTube pada 28 April 2020. Hingga berita ini ditulis, videonya telah ditonton lebih dari 670.000 kali.
Didi Kempot tampil mengenakan kaos dan blangkon hitam yang senada. Di kaosnya terlihat tulisan "Bersatu Lawan Corona". Lagu tersebut mengajak orang-orang untuk menjaga jarak dan berdiam diri di rumah.
Di tengah lagu dengan lirik bahasa Jawa dan Indonesia, Didi menyerukan imbauan untuk berdiam diri di rumah demi menekan penyebaran virus corona.
"Buat saudaraku semuanya, lebih baik tidak usah mudik dulu, yang di rumah pastinya semuanya sudah memaklumi. Demi kesehatan kita semuanya, keluarga kita, tetangga kita, masyarakat semuanya," kata Didi Kempot.
Biografi Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart
Didi Kempot dikenal sebagai The Godfather of Broken Heart, belum lama Didi Kempot menyandang status itu. Kini Didi Kempot meninggal dunia.
Didi Kempot, pemilik nama asli Dionisius Prasetyo, meninggal dunia pada usia 53 tahun pukul 07.30 WIB di RS Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah, Selasa. Didi Kempot akan dimakamkan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Maestro campursari itu lahir dari keluarga seniman di Surakarta, pada 31 Desember 1966. Tak heran kalau Didi terjun ke dunia seni, orang-orang terdekatnya juga berkecimpung di dunia yang sama. Tak cuma Sobat Ambyar, penikmat musik di Indonesia hari ini berduka atas kepergian penyanyi campursari legendaris itu.
Baca Juga: Biografi Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart
Ayahnya Ranto Edi Gudel pemain ketoprak di Jawa Tengah. Ibunya Umiyati Siti Nurjanah, penyanyi tradisional di Ngawi. Kakaknya Mamiek Prakoso, pelawak yang tenar lewat grup Srimulat.
"Saya berseni mungkin karena hidup ke kehidupan seniman tradisional," kata Didi Kempot pada Maret 2020, saat mengumumkan rencana konser "Ambyar Tak Jogeti" yang harusnya digelar tahun 2020 ini.
Sebelum dielu-elukan sebagai The Godfather of Broken Heart, lagu-lagunya yang sebagian besar bertema kehilangan dan patah hati, Didi Kempot merintis karier dari musisi jalanan. Bahkan, nama Kempot yang menghiasi namanya juga terkait dengan asal-usul perjalanan musiknya. Kempot adalah akronim dari "Kelompok Penyanyi Trotoar".
Penyanyi yang biasa tampil dengan rambut gondrong dan blankon ini mulai jad musisi jalanan sejak 1984 di kota Surakarta, sebelum akhirnya mengadu nasib di ibu kota. Lagu "Cidro" dari album pertamanya dulu kurang terkenal di Indonesia, tapi justru menjadi pintu yang menghubungkan Didi dengan penggemar di mancanegara, khususnya Suriname dan Belanda.
Lagu tersebut dibawa oleh seorang turis Suriname di Indonesia yang berdomisili di Belanda. Setelah diputar di radio Amsterdam, lagu tersebut meledak dan digemari di sana.
“Saya keluar negeri itu pada 1993. Itu ke Suriname dan Belanda. Nah sekarang kalau saya datang ke Suriname, pasti (saya) selalu disambut oleh menteri yang ada disana dan ditonton presiden. Wis koyo pejabat lah (sudah kayak pejabat lah),” ujar Didi pada Agustus 2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Nekat! Pelajar SMP di Magelang Rampok dan Aniaya Guru Sendiri Pakai Linggis
-
Jualan 30 Menit Langsung Ludes! Berkah Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Bikin Ketiban Rezeki
-
Perang Lawan TBC! Ratusan Puskesmas di Jateng Siap Terima Alat Diagnostik Baru Bulan Depan
-
Tiga Tim Rebut Gelar Juara Piala by.U Series Semarang 2026, Persaingan Atlet Futsal Muda Memanas
-
Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas