SuaraJawaTengah.id - Kisah harus datang dari seorang ibu rumah tangga difabel di Mangkubumen, Banjarsari, Solo. Ibu difabel itu sembuh dari virus corona, Sabtu (9/5/2020) kemarin.
Pasien asal Kelurahan Mangkubumen, Banjarsari, itu diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah uji swab secara polymerase chain reaction (PCR) menunjukkan hasil negatif dua kali berturut-turut.
Warga Mangkubumen, Solo, yang sembuh dari Covid-19 itu merupakan pasien ke-17. Sebelumnya, pasien ke-16 yang juga ibu rumah tangga asal Kelurahan Gilingan, Banjarsari, juga sudah dinyatakan sembuh.
IRT asal Mangkubumen yang baru saja sembuh adalah penyandang disabilitas bisu dan tuli yang bekerja sampingan sebagai buruh cuci.
Baca Juga: Update Covid-19 Minggu 10 Mei: Sembuh 2.698, Meninggal 973 Orang
Tanpa riwayat bepergian keluar kota, ia ditengarai menjadi salah satu pasien transmisi lokal.
Dengan demikian, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sembuh di Kota Solo hingga Minggu (10/5/2020) totalnya 12 orang. Sedangkan jumlah pasien positif corona tidak ada penambahan, tetap 27 orang.
“Meski sudah sembuh, dia dan keluarganya tetap tidak boleh keluar rumah sampai 14 hari ke depan. Hal itu untuk memastikan kesembuhannya,” terang Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, dihubungi Solopos.com, Minggu sore.
Jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga Minggu belum ada pembaruan dibanding data Sabtu (9/5/2020). Angkanya tetap di 27 orang dengan perincian, 12 pasien sembuh, empat meninggal, dan sisanya 11 orang masih dirawat di rumah sakit.
Sementara data kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) terus bergerak menjadi 145 orang. Mereka yang meninggal 25 orang, yang masih dirawat inap ada 28 orang, dan PDP sembuh 92 orang.
Baca Juga: 2.698 Pasien Virus Corona RI Sembuh Per 10 Mei
Satu PDP terakhir meninggal pada Sabtu yakni perempuan berusia 50-an tahun asal Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres. Sedangkan PDP meninggal pada Minggu, pria berusia 70-an tahun asal Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres.
“Kedua PDP yang meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit komorbid,” jelas Ahyani.
Mengutip data dari corona.jatengprov.go.id pada Minggu hingga pukul 15.59 WIB, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di Solo berjumlah 34 orang.
Perinciannya, 19 pasien di RSUD dr Moewardi Solo, delapan pasien di RS Kasih Ibu, dua pasien di RSUD Bung Karno, empat pasien di RS PKU Muhammadiyah, dan satu pasien di RS dr Oen Kandangsapi.
Berita Terkait
-
Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19
-
Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di Singapura Meroket Hingga Dua Kali Lipat
-
Berharap Tak Ada Covid Lagi, Doa Pilu Juliadi di Makam Istrinya yang Meninggal karena Virus Corona
-
Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen, Paling Banyak Pasien Tidak Alami Gejala?
-
Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
Terkini
-
Jurnalis Dipukul dan Diancam Ajudan Kapolri: Kebebasan Pers Terancam di Semarang
-
Arus Balik Lebaran 2025: Baru 50 Persen Pemudik Kembali
-
Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?