SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada kabupaten/kota untuk tidak terburu-buru menerapkan status normal baru alias new normal karena kondisi kasus covid-19 masing-masing daerah berbeda.
"Jawa Tengah secara keseluruhan belum, 'ojo kesusu', ada daerah yang masuk zona merah, ada yang kuning, dan ada yang hijau," katanya usai meninjau sejumlah pasar tradisional di Temanggung, Selasa (16/6/2020).
Berdasarkan versi BNPB, Senin (15/6), ada tiga daerah zona merah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang, yang lainnya kuning. Kemudian yang masuk zona hijau Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Wonosobo.
"Apakah keadaan itu betul maka perlu kita cek, kemudian saya memasukkan Temanggung karena bupati rajin tiap hari ngabari saya pertumbuhannya. Kemudian dari situlah untuk Jateng keseluruhan belum, maka jangan tergesa-tergesa untuk bicara normal baru," katanya.
Menurut dia,lebih baik latihan sektor dan subsektor dulu, jangan tergesa-gesa bicara normal baru.
Ia mengatakan, Bupati Temanggung juga menceritakan tentang desakan dari warga untuk menggelar resepsi pernikahan. Boleh saja melakukan pernikahan, tetapi terbatas untuk 10 orang saja, yang penting dinikahkan, diijabkan selesai.
"Kemudian kegiatan pondok pesantren kita berharap juga hati-hati, dari Kemenag sudah ada aturannya dan dari provinsi kita kumpulkan bagaimana pariwisata, pendidikan, dan sudah saya buatkan instruksi gubernur tentang persoalan gugus tugas. Kabupaten/kota nanti kita minta untuk melakukan kontrol di tingkat masing-masing, jadi tidak usah tergesa-gesa untuk bicara normal baru," katanya.
Ia menyampaikan indikator normal baru satu, apakah grafiknya sudah turun, sudah melandai dan melantai. Melandai itu turunnya tajam dan melantai itu sudah datar terus serta konsisten.
"Konsistensi itu harus diukur setidaknya 14 hari. Kalau dia konsisten selama 14 hari berturut-turut tidak ada penambahan kasus sama sekali sepertinya daerah-daerah itu boleh mulai ujicoba," katanya.
Baca Juga: Gubernur Ganjar Pamer Kemesraan Bersama Istri, Publik Malah Beri Sentilan
Ganjar mengatakan Jawa Tengah secara keseluruhan provinsi belum, tetapi ada beberapa kabupaten bisa ujicoba.
"Seperti Kabupaten Banyumas dan Wonosobo akan kita cek 14 harinya seperti apa, kalau 14 hari mereka konsisten, silakan dan protokol kesehatan tetap harus menjadi pedoman. Daerah yang sudah siap buka normal baru harus siap menarik lagi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim
-
Darurat Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah: Wagub Taj Yasin Desak Perusahaan Genjot Budaya K3!
-
Jawa Tengah Siaga! BMKG Peringatkan Banjir dan Longsor Mengancam Hingga Februari 2026
-
Ini Ciri-ciri Aplikasi Penghasil Uang yang Aman dan Terpercaya
-
Avanza Kalah Telak! Inilah Mobil Seumur Hidup Pilihan Terbaik di Bawah 200 Juta