SuaraJawaTengah.id - Geger penemuan bungkusan pocong berisi bangkai ayam dan foto-foto wanita. Dalam bungkusan juga tertulis nama Yulia Fera Ayu Lestari.
Lantas siapa Yulia Fera Ayu Lestari?
Penemuan bungkusan menyerupai pocong berisi bangkai ayam dan foto wanita
Bungkusan pocong berisi bangkai ayam menghebohkan warga desa Bakalan Krapyak, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Bungkusan pocong ini ditemukan di Pemakaman Sedoyo Luhur, Kamis (18/6/2020).
Secarik kertas dalam bungkusan menyerupai pocong yang ditemukan diduga terkait dengan praktik ilmu hitam santet atau pelet.
Bungkusan menyerupai pocong berisi bangkai ayam, foto wanita, dan jarum ini diduga untuk melakukan praktik pelet yang ditujukan untuk perempuan bernama Yulia Fera Ayu Lestari.
Laporan Terkini.id -- jaringan Suara.com, Jumat (19/6/2020), nama Yulia Fera Ayu Lestari disebut-sebut merupakan seorang warga RT 4 RW 8, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Mashuri, selaku Kepala Desa (Kades) Karangmalang membenarkan bahwa nama Yulia Fera Ayu Lestari tercatat sebagai warganya.
Baca Juga: Geger Bangkai Ayam Terbungkus Kain Kafan, Polres Kudus Memburu Dukun Santet
Kades Karangmalang ini juga mengaku mengenal ayah dari perempuan bernama Yulia Fera Ayu Lestari ini, yakni Junaedi.
Namun menurut pengakuan Mashuri, Yulia Fera Ayu Lestari sudah tidak lagi tinggal satu rumah dengan sang ayah yang bekerja sebagai pedagang.
Mashuri mengatakan bahwa orang tua Yulia Fera Ayu Lestari sudah bercerai. Kini Yulia tinggal bersama sang ibu.
Mashuri juga mengatakan bahwa Yulia Fera Ayu Lestari kebanyakan berteman dengan anak-anak punk.
Sosok Yulia Fera Ayu Lestari dikenal sebagai gadis yang telah putus sekolah dan memilih hidup mandiri.
Yulia Fera Ayu Lestari juga pernah diajak untuk melanjutkan sekolah tapi dia tidak mau.
Berita Terkait
-
Ahmad Luthfi Gandeng KPK Benahi Tata Kelola Tambang dari Hulu ke Hilir
-
Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif
-
Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng
-
Pemprov Jateng Raih WTP 15 Kali Beruntun, Bukti Nyata Akuntabilitas Anggaran
-
12 Sekolah Rakyat Masuk Zona Hijau, Ditargetkan Rampung Juni 2026
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal
-
Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau
-
BBM Naik Tajam, Luthfi Siapkan Benteng Agar Harga Pangan Tak Ikut Meledak
-
Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional