SuaraJawaTengah.id - Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah mengumumkan bahwa gereja dan kapel mulai 18 Juli 2020 akan kembali dibuka untuk pelaksanaan kegiatan peribadahan dengan menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19.
"Mulai tanggal 18 Juli nanti, kita akan membuka tempat-tempat ibadat kita, yakni gereja dan kapel-kapel milik paroki dan biara-biara. Untuk apa? Untuk mulai kembali melakukan peribadatan, khususnya ekaristi yang dihadiri oleh umat," kata Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko di Kapel Santo Ignatius Loyola, di Kompleks Wisma Uskup Agung Semarang, Minggu (28/6/2020) pagi, saat memimpin misa yang disiarkan via daring.
Berdasarkan Surat Gembala Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko Nomor 0332/A/X/20-13 tanggal 19 Maret 2020, sekitar dua minggu sebelum Pekan Suci Paskah, Keuskupan Agung Semarang (KAS) menutup gereja dan kapel untuk peribadahan serta kegiatan kegerejaan lainnya sejak 20 Maret 2020 karena pandemi COVID-19.
Selama tempat ibadah ditutup, Uskup Agung Semarang menyelenggarakan misa kudus yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube yang dikelola Komisi Komunikasi Sosial KAS. Sejumlah stasiun radio menyiarkan kegiatan ibadah tersebut. Beberapa gereja di Keuskupan Agung Semarang juga menyiarkan misa secara daring.
Terkait dengan rencana pembukaan kembali gereja dan kapel untuk umat beribadah pada 18 Juli, Uskup Ruby mengatakan bahwa Vikaris Jenderal KAS yang juga Koordinator Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto pada waktunya akan menyampaikan hal-hal yang perlu disiapkan dan dilakukan umat untuk kembali beribadah di gereja.
"Pedoman sudah kita siapkan dan kita buat dan nantinya akan dibagikan kepada kita semua, maka tentu penting sekali kita mempersiapkan diri untuk semuanya itu, supaya nanti pada saat kita beribadat, sungguh-sungguh mengikuti protokol kesehatan supaya tetap aman dari COVID-19," kata Monsinyur Ruby saat memimpin misa yang sekaligus ditujukan untuk merayakan ulang tahun Keuskupan Agung Semarang.
Ia mengemukakan pentingnya umat beribadah di gereja dan kapel dengan suka cita dan aman dari penularan virus corona penyebab COVID-19.
"Semoga nanti kita bisa merayakan ekaristi dengan baik bersama dengan teman-teman, namun tetap dalam keterbatasan supaya gereja kita tetap bebas dari corona. Gerejaku bebas dari corona, ini penting. Jangan sampai gereja menjadi tempat penyebaran virus corona dan akhirnya merugikan kita dan masyarakat," kata Monsinyur Ruby.
Ia menyebut pembukaan kembali gereja dan kapel untuk ibadat dan kegiatan kegerejaan lain sebagai hadiah ulang tahun ke-80 Keuskupan Agung Semarang, yang membawahi kegembalaan umat Katolik di sebagian wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca Juga: Skandal Pencabulan di Gereja Depok, 2 Korban Jalani Pemulihan Trauma
Sumber: Antara
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong dan PSSI Berdamai, Bos PSIS Semarang Tak Terkejut
-
Kasus Pencabulan Anak di Gereja Depok, Polisi: Baru Dua Korban yang Lapor
-
Hasil Visum Korban Pencabulan di Gereja Depok Sudah Keluar
-
Skandal Pencabulan di Gereja Depok, 2 Korban Jalani Pemulihan Trauma
-
Kisah Keluarga Pengantin, Sebelum Ibu dan Kakaknya Meninggal karena Corona
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan