SuaraJawaTengah.id - Siapa yang masih senang makan makanan berlemak tinggi? Hati-hati, penyakit-penyakit ini mengancam kesehatan Anda.
Umumnya, makanan tinggi lemak bisa memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah, membuat Anda lebih berisiko mengalami serangan jantung maupun stroke.
Namun penelitian terbaru menemukan dampak makan makanan tinggi lemak tidak hanya untuk jantung, melainkan juga indra penciuman, otak, hingga risiko kanker payudara.
1. Hati-hati, Makanan Tinggi Lemak Bisa Turunkan Konsentrasi
Sebuah studi terbaru mengungkapkan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi akan menurun.
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition memberikan bukti lebih jauh kaitan antara pencernaan seseorang dengan kemampuan otak.
Ditemukan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh memiliki performa yang lebih buruk dibandingkan mereka yang memakan makanan rendah lemak jenuh.
"Kebanyakan studi terdahulu melihat efek kausatif dari diet yang sudah lama diketahui. Dan ini hanya satu makanan, sungguh luar biasa bahwa kami melihat adanya perbedaan," kata Annelise Madison, ketua peneliti dan mahasiswa psikologi klinis di Ohio State University.
Baca Juga: Niatnya Mau Sedot Lemak, Wajah Remaja Ini Malah Berubah Jadi Kotak
2. Awas, Diet Tinggi Lemak Bisa Memicu Kanker Payudara
Diet tinggi lemak adalah pola diet dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan membatasi asupan karbohidrat. Sayangnya, diet tinggi lemak dapat membuat pertumbuhan kanker payudara lebih cepat.
Sebuah penelitian mengatakan pertumbuhan kanker payudara lebih cepat jika menjalani diet tinggi lemak, karena sel-sel kanker mengisap lemak dari darah.
Para ilmuwan berpendapat bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko dan memperburuk kanker payudara, meskipun belum diketahui caranya.
Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa sel-sel kanker payudara dapat mengambil banyak lemak yang berasal dari partikel kaya lemak yang ditemukan dalam aliran darah.
Penelitian dalam Journal of Lipid Research menunjukkan bahwa kanker bisa kebal terhadap obat-obatan yang dibuat untuk menghentikan produksi lemaknya.
Berita Terkait
-
Hasil CKG Jakarta: Lemak Darah Tak Normal Ditemukan pada 67 Persen Peserta Berisiko
-
Dokter Sebut Lemak di Dalam Rongga Perut Paling Berbahaya dari Bagian Tubuh Lain, Kenapa?
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak
-
Nestapa Minyak Jelantah Hitam Pekat demi Menyelamatkan Dompet yang Sekarat
-
Tak Perlu Terbang ke Malaysia, Cicipi Autentiknya Nasi Lemak hingga Char Kway Teow di Jakarta!
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan