SuaraJawaTengah.id - Cerita miris dari penghasil devisa negara yang berjibaku di luar negeri, kerap luput dari perhatian pemerintah. Salah satunya seperti dialami Surani (45) Warga Sragen yang mengadu nasib menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.
Melalui video yang diunggah dalam akun Facebook Ahyar Doank, Surani mengisahkan ceritanya yang mengenaskan selama bekerja mencari sesuap nasi di negeri petrodolar tersebut. Dalam video itu dia mengaku telah 18 tahun bekerja tanpa pernah dipulangkan.
Bahkan, dia mengaku hanya dibayar 1.000 Riyal atau sekitar Rp 3,8 juta. Tak hanya itu, dia juga sering disiksa oleh majikannya, bahkan sering tidak diberi makan.
Adik Surani, Purwanto membenarkan wanita dalam video viral itu adalah kakaknya. Dia menyebut sang kakak telah lama merantau keluar Sragen sebagai TKW di Arab Saudi.
“Surani terakhir pulang itu tahun 2002. Sejak saat itu berangkat lagi dan tidak pulang sampai sekarang,” katanya seperti dilansir Solopos.com-jaringan Suara.com pada Rabu (1/7/2020).
Purwanto mengemukakan, pada awalnya sang kakak betah bekerja sebagai TKW di Arab Saudi karena mendapat majikan yang baik.
“Namun tahun 2016 majikannya meninggal. Surani kemudian ikut bekerja di salah satu anak majikannya tersebut. Sejak saat itu kondisinya sudah mulai berbeda,” jelasnya.
Selanjutnya, selama tiga bulan terakhir Surani mendapat perlakuan buruk dari majikan barunya. Dia kerap dimarahi hingga dikurung di kamar.
“Kalau majikannya marah, Surani dikurung di kamar. Biasanya sampai dua malam tanpa dikasih makan. Kakak saya sering cerita, dia sering hanya bertahan dengan minum air di bak mandi dalam kamar karena tidak diberi sekadar air minum."
Baca Juga: 162.000 TKI Pulang ke Tanah Air Sejak Januari, Diprediksi Bertambah
Surani pun hanya diizinkan keluar kamar untuk bekerja. Mulai dari memasak hingga membersihkan rumah. Setelah itu dia pun kembali dikurung di kamar.
“Memasak pun ditungguin majikannya. Setelah selesai dikunci lagi di kamar. Kakak saya sering cerita bertahan hidup di kamar hanya selama dua hari dengan sepotong roti. Pernah juga hanya makan garam dan minum air bak mandi,” katanya.
Walau dikurung di kamar, Surani tetap diizinkan mengakses ponselnya sehingga bisa berkomunikasi dengan keluarga. Di saat itulah Purwanto menyarankan kepada sang kakak untuk membuat video agar bisa diunggah di media sosial.
“Awalnya dia takut. Tapi setelah ada pendampingan dari grup BMI (Buruh Migran Indonesia) dia mau bikin video yang akhirnya ramai di media sosial tersebut,” ujar Purwanto.
Purwanto mengaku sempat menghubungi pihak KJRI di Arab Saudi sekitar sebulan lalu. Namun, dia mendapat jawaban yang tidak memuaskan. Kini, setelah video tersebut viral, Surani dikabarkan telah dijemput pihak KJRI Jeddah dan segera dipulangkan ke Indonesia sekitar dua pekan ke depan.
“Sekarang posisi di KJRI Jeddah. Lega kakak saya bisa dipulangkan dengan selamat,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Bukan LCGC! Ini 3 MPV Bekas Rp80 Jutaan Paling Nyaman dan Irit BBM, Dijamin Senyap di Tol
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo